Daerah  

Gunung Sinabung Naik Status Siaga, Bobby Nasution Perintahkan Warga di Zona Bahaya Dievakuasi

Share

KARO, ARMADABERITA — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memerintahkan percepatan evakuasi warga yang berada di zona bahaya Gunung Sinabung. Perintah itu dikeluarkan setelah status Gunung Sinabung naik dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga.

Bobby menyampaikan instruksi tersebut saat memimpin rapat koordinasi penanganan darurat erupsi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Kabupaten Karo, Selasa, 1 September 2026.

Ia meminta proses evakuasi dilakukan menyeluruh, terutama terhadap warga yang berada di zona merah. Menurut Bobby, keselamatan warga harus menjadi prioritas meski pemerintah harus memberikan imbauan secara tegas.

“Utamakan keselamatan jiwa. Untuk masyarakat di zona rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas, bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan dan keselamatan mereka,” kata Bobby.

Bobby juga meminta pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga di tempat pengungsian. Pemprov Sumut, kata dia, siap mendukung kebutuhan logistik, peralatan evakuasi, dan operasional petugas.

“Jangan setengah-setengah memberikan fasilitas untuk masyarakat di pengungsian. Gunakan anggaran dengan baik, sediakan fasilitas yang layak dan nyaman,” ujarnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung menjadi Level III Siaga sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Kenaikan status dilakukan setelah gunung api tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 3.500 meter dari puncak. Aktivitas gempa vulkanik juga tercatat berlangsung terus-menerus.

Kepala Pos PGA Sinabung Armen Putra mengatakan hasil pengamatan visual dan seismik menunjukkan adanya pergerakan magma menuju permukaan. Kondisi itu dinilai berpotensi memengaruhi kubah lava sisa erupsi sebelumnya.

“Tadi malam terekam hotspot, artinya lava sudah sampai ke permukaan. Jika pembentukan kubah lava baru tertahan dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi yang cukup besar seperti tahun 2019 dan 2020,” kata Armen.

PVMBG kemudian menetapkan zona bahaya baru berupa radius tiga kilometer dari puncak serta sektor enam kilometer di bagian timur dan selatan.

Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan Desa Kuta Tengah menjadi salah satu wilayah yang menjadi prioritas evakuasi karena berada di antara zona merah.

Sebanyak 140 kepala keluarga atau sekitar 684 jiwa dari desa tersebut direncanakan dievakuasi. Hingga Selasa siang, lebih dari 260 warga telah dipindahkan ke Gedung Korpri dan Jambur Desa Suka Nalu.

Pemkab Karo bersama TNI dan Polri menyiapkan kendaraan untuk mengangkut warga yang masih beraktivitas di ladang. Sistem antar-jemput disiapkan untuk mengantisipasi warga yang berada di kawasan pertanian pada siang hari.

Pemerintah juga menyiagakan personel di Desa Payung meski wilayah tersebut berada di luar zona evakuasi utama. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi jika aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat.

Sebanyak 843 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah dan relawan disiagakan untuk menangani kondisi darurat. Personel berada di bawah koordinasi Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.

Sejumlah sekolah di wilayah terdampak juga diliburkan sementara. Sekolah seperti SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati, dan SMPN 1 Atap Payung disiapkan untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh atau sekolah lapangan.

Pemerintah telah membagikan lebih dari 35.000 masker kepada masyarakat. Petugas juga melakukan penyiraman abu vulkanik di sejumlah ruas jalan di kawasan Berastagi.

Dapur umum, tenda darurat, mobil tangki air bersih, dan toilet portabel turut disiapkan. Sejumlah jalur dan objek wisata di kawasan rawan, termasuk Danau Lau Kawar, ditutup untuk umum.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengingatkan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Karo pada sore dan malam hari selama 1-5 September 2026.

Hujan berpotensi meningkatkan risiko bahaya sekunder berupa lahar dingin dan tanah longsor. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas selama aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Level III Siaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *