Gunung Sinabung Erupsi, Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi

Share

KARO, ARMADABERITA — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung terpenuhi. Pemerintah Provinsi Sumut juga memprioritaskan evakuasi warga yang berada di zona merah aktivitas gunung api tersebut.

Bobby meninjau langsung posko pengungsian dan posko kesehatan di Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Selasa, 1 September 2026.

Peninjauan dilakukan setelah Bobby memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.

Salah satu wilayah yang telah dikosongkan adalah Desa Kuta Tengah. Sebanyak 280 warga dari sekitar 600 penduduk desa tersebut telah dievakuasi ke Pos Pengungsian Suka Tepu.

Saat berdialog dengan pengungsi, Bobby meminta warga tidak kembali ke rumah sebelum ada instruksi resmi dari pemerintah. Ia mengatakan pemerintah akan memastikan kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian.

“Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah,” kata Bobby.

Pemprov Sumut menyiapkan tempat tidur, tikar, selimut, air bersih, penerangan, makanan, dan minuman bagi pengungsi. Kebersihan toilet dan fasilitas sanitasi juga ditingkatkan.

Pemerintah daerah juga menyiagakan armada untuk mendistribusikan kebutuhan pokok selama masa pengungsian.

Selain kebutuhan dasar, Bobby mengatakan pemerintah akan menyediakan bus khusus untuk mengangkut anak-anak sekolah yang terdampak pengungsian.

Ia juga meminta personel TNI dan Polri membantu menjaga ladang dan ternak yang ditinggalkan warga. Langkah itu diharapkan membuat warga lebih tenang selama menjalani masa pengungsian.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Badan Geologi Kementerian ESDM Armen Putra mengatakan aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Status Level III atau Siaga.

Armen mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah. Menurut dia, pengosongan permukiman di wilayah berisiko merupakan bagian dari mitigasi untuk mengantisipasi dampak aktivitas vulkanik.

Pemantauan terhadap Gunung Sinabung masih dilakukan secara intensif. Evaluasi kondisi gunung akan menjadi dasar dalam menentukan apakah status aktivitas dapat diturunkan ke Level II atau Waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *