ArmadaBerita.com, Medan — Sekitar 2.000 orang yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (SEKBER) Gerakan Oikumenis Untuk Keadilan Ekologis menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro No. 30, Senin (10/11/2025). Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.25 hingga 17.30 WIB itu menuntut Gubernur Sumatera Utara segera mengambil langkah tegas untuk menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Tanah Batak.
Dipimpin oleh Pastor Walden Sitanggang dan Pdt. JP. Robinsar Siregar, masa aksi membawa mobil komando, spanduk, poster, bendera merah putih, dan bendera organisasi serta memakai ikat kepala sebagai simbol perjuangan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama dan mengheningkan cipta, dilanjutkan orasi di depan Kantor Gubernur, serta nyanyian “Tano Batak” dan “Tutup TPL”. Aksi juga menampilkan manortor sebagai bentuk budaya lokal yang menghiasi unjuk rasa damai tersebut.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, menemui masa aksi pada pukul 13.45 WIB. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan bahwa Gubernur Sumut sedang berada di Istana mendampingi seorang warga yang menerima gelar pahlawan, sehingga masa aksi diterima melalui wakil gubernur. Masa aksi kemudian diterima dalam audensi yang juga dihadiri Pj. Sekda Provsu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, serta Kapolrestabes Medan.
Dalam audensi tersebut, pihak pemerintah menyampaikan rencana kunjungan kerja ke Sihaporas dan menjadwalkan pertemuan lanjutan untuk membahas tuntutan masyarakat. Meski demikian, massa aksi tetap bertahan hingga Pj. Sekda Provsu menyerahkan surat pernyataan sebagai pegangan resmi bagi masa aksi.
Aksi berakhir secara aman dan kondusif pada pukul 17.30 WIB setelah doa penutup dan pembubaran massa. Kegiatan ini menegaskan semangat masyarakat Sumut untuk menegakkan keadilan ekologis dan memperjuangkan hak rakyat terhadap kelestarian lingkungan.











