Medan, ArmadaBerita.Com – Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap hubungan antara Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung dalam sejumlah penanganan perkara nasional, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Febranto memilih mengirim pesan berbeda. Didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sony dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kapolda melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rabu (15/7).
Pertemuan dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin berlangsung di ruang kerja Kajati dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Kajati turut didampingi Wakajati Eko Adhyaksono, Plh Asisten Intelijen, Asisten Tindak Pidana Khusus, Asisten Tindak Pidana Umum, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, serta Asisten Pidana Militer.
Kunjungan tersebut dinilai menjadi sinyal penting bahwa koordinasi antara kepolisian dan kejaksaan di daerah tetap berjalan solid, di tengah dinamika hubungan kedua institusi yang belakangan menjadi perhatian publik akibat sejumlah perkara strategis di tingkat nasional.
Kajati Sumatera Utara Muhibuddin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda beserta jajaran. Menurutnya, komunikasi dan silaturahmi antarlembaga penegak hukum merupakan hal yang wajar sekaligus penting untuk menjaga efektivitas penegakan hukum.
“Kita berharap kepentingan masyarakat, penegakan hukum, serta keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara dapat terus berjalan dengan baik melalui sinergi yang kuat,” ujarnya.
Senada, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan bahwa kepolisian dan kejaksaan merupakan mitra yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem peradilan pidana.
“Pertemuan ini merupakan wujud sinergitas antara kepolisian dan kejaksaan. Polisi dan jaksa adalah satu kesatuan dalam proses penegakan hukum demi mewujudkan ketertiban dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” kata Kapolda.
Pesan tersebut menjadi relevan mengingat dalam beberapa waktu terakhir hubungan Polri dan Kejaksaan Agung sempat menjadi bahan diskusi publik menyusul sejumlah penanganan perkara besar yang memunculkan perbedaan pandangan di tingkat pusat. Meski demikian, pimpinan kedua institusi secara terbuka berulang kali menegaskan bahwa koordinasi tetap berjalan sesuai koridor hukum dan masing-masing lembaga menghormati kewenangan satu sama lain.
Di Sumatera Utara, pertemuan Kapolda dan Kajati memperlihatkan bahwa sinergi antaraparat penegak hukum tetap menjadi prioritas. Kolaborasi yang kuat dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan efektivitas penanganan perkara, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem penegakan hukum.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama jajaran Polda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai simbol komitmen memperkuat koordinasi dan kerja sama antarpenegak hukum di daerah.*











