Utama  

Sutarto Dorong PRSU Perkuat Daya Saing UMKM dan Promosi Pariwisata Sumatera Utara

Share

MEDAN, ARMADABERITA — Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Sutarto berharap penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 dapat menjadi ajang untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperluas akses produk lokal ke pasar nasional maupun internasional.

PRSU ke-50 berlangsung selama sebulan, mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026, di kawasan PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan.

Sutarto mengatakan penyelenggaraan PRSU diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM selama pameran berlangsung, tetapi juga membuka peluang memperluas jaringan usaha, memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas, serta memperoleh masukan untuk pengembangan usaha.

Menurut dia, Sumatera Utara memiliki beragam produk unggulan yang berasal dari 33 kabupaten dan kota. Produk tersebut meliputi kopi, hasil olahan pertanian, kerajinan tangan, hingga kuliner khas daerah yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Selain menjadi wadah promosi UMKM, Sutarto menilai PRSU juga dapat menjadi sarana efektif untuk mempromosikan sektor pariwisata. Ia mengusulkan agar setiap anjungan daerah turut menampilkan informasi mengenai destinasi wisata unggulan sehingga dapat menarik minat pengunjung.

Dengan konsep tersebut, kata Sutarto, PRSU berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta mendorong perputaran ekonomi daerah yang berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku UMKM.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Effendi Pohan mengatakan PRSU tahun ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara investor dan pelaku UMKM untuk menciptakan peluang kerja sama yang lebih luas.

Menurut Effendi, seluruh stan peserta telah melalui proses kurasi guna memastikan produk yang dipamerkan merupakan karya unggulan daerah. Ia menyebut sekitar 75 persen stan yang berpartisipasi di PRSU tahun ini diisi oleh UMKM asal Sumatera Utara, sebagai upaya menghadirkan produk lokal dan membatasi peredaran barang impor maupun produk ilegal di area pameran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *