EKBIS  

Berburu Tenun Khas Angkola dan Kuliner Tradisional? Singgah ke Paviliun Padangsidimpuan-Tapsel di PRSU

Produk unggulan UMKM Tabagsel dihadirkan di PRSU 2026. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Bagi Anda yang sedang berburu kain tenun khas Angkola atau ingin melepas rindu dengan aneka kuliner tradisional Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), sempatkan mampir ke Paviliun Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Memasuki kedua paviliun tersebut, pengunjung langsung disambut deretan kain tenun dengan ragam motif dan warna yang memikat. Mulai dari ulos, paroppa sadun (kain gendong), abit godang, hingga songket sutra yang ditenun langsung oleh para perajin lokal binaan pemerintah daerah.

Tak hanya menjadi pajangan, seluruh produk yang dipamerkan dapat dibeli langsung dengan harga yang bervariasi. Mulai dari sekitar Rp250 ribu hingga Rp5 juta per lembar, tergantung jenis bahan, motif, dan tingkat kerumitan proses penenunannya.

“Melalui PRSU ini kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan UMKM Padangsidimpuan kepada masyarakat yang lebih luas. Harapannya, produk lokal semakin dikenal dan pemasarannya semakin berkembang,” ungkap petugas Paviliun Kota Padangsidimpuan, Rafina Sari Daulay, Rabu (15/7/2026).

Pada PRSU tahun ini, Pemerintah Kota Padangsidimpuan membawa 96 produk unggulan UMKM binaan, mulai dari kain tenun, kerajinan tangan, hingga aneka makanan dan minuman olahan.

Selain tenun, paviliun ini juga dipenuhi beragam camilan khas, seperti banana joy, keripik talas, tempe kriuk, ekstrak jahe merah, hingga berbagai makanan ringan berbahan baku lokal.

Salah satu produk yang paling banyak diburu pengunjung adalah kurma salak. Menurut Rafina, camilan khas tersebut bahkan sempat habis terjual karena tingginya minat pengunjung PRSU.

Tenun dan produk daerah Tabagsel pada event PRS ke-50 Tahun 2026 di JL. Gatot Subroto, Medan. (Ist)

Tak kalah menarik, Paviliun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga menghadirkan sekitar 120 produk unggulan UMKM yang merepresentasikan kekayaan budaya dan hasil olahan daerah.

Petugas paviliun, Ari Angraini Boru Harahap, mengatakan Tapsel membawa sedikitnya 15 jenis kain tenun khas Sipirok, seperti songket, tenun benang enam, tenun benang lapan, abit godang, paroppa sadun, hingga hande-hande.

Harga tenun asal Tapsel berkisar antara Rp270 ribu hingga Rp5 juta. Semakin rumit motif dan semakin halus hasil tenunannya, semakin tinggi pula nilai jualnya.

Di sektor kuliner, Tapsel menawarkan beragam produk olahan yang tak kalah menggugah selera, mulai dari keripik sambal, keripik ikan, stik labu, keripik jagung, hingga gula aren yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan daerah.

Keikutsertaan Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan di PRSU menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pasar bagi pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan ekonomi kreatif Tabagsel kepada masyarakat.

PRSU ke-50 pun menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Di tengah persaingan produk modern, tenun tradisional dan kuliner khas daerah tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Jadi, jika berkunjung ke PRSU tahun ini, jangan hanya menikmati wahana hiburan. Luangkan waktu singgah ke Paviliun Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan. Siapa tahu, Anda pulang membawa selembar tenun khas Angkola atau sekantong camilan tradisional yang sulit ditemukan di tempat lain. (Abs/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *