Medan, ArmadaBerita.Com — Ratusan warga memadati kawasan Lapangan Merdeka Medan, Minggu (7/6), mengikuti Run For Garbage 2026. Tak sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menjadi kampanye nyata untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut.
Mengusung tema “Run Today, Clean Tomorrow”, ajang lari sejauh 5 kilometer ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar, masyarakat umum, hingga aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri.
Titik start dan finis dipusatkan di kawasan Merdeka Walk, tepatnya di persimpangan Hotel Grand Aston dan Bank Mandiri. Sejak pagi, peserta tampak antusias memadati lokasi dan mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB.
Kegiatan secara resmi dilepas oleh Danyon Kav 6/Naga Karimata Letkol Kav Adzan Marjohan, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, serta Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan, H.T. Chairuniza.
Selain menyajikan konsep fun run, panitia juga menghadirkan berbagai fasilitas bagi peserta, mulai dari official jersey, medali finisher, race pack, e-certificate, hingga beragam hadiah doorprize. Namun, lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pegiat lingkungan untuk menyuarakan pentingnya menjaga kebersihan kota.
Kemeriahan acara semakin terasa karena bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar Pemko Medan. Setelah menyelesaikan rute lari, peserta dan masyarakat mengikuti senam bersama yang difasilitasi Dispora Medan.
Kadispora Medan H.T. Chairuniza menilai Run For Garbage 2026 menjadi contoh konkret bagaimana olahraga dapat menjadi medium efektif untuk membangun kesadaran lingkungan.
“Pemko Medan sangat mendukung kegiatan seperti ini karena tidak hanya mendorong masyarakat hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ini sejalan dengan upaya mewujudkan kota yang sehat, bersih, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Chairuniza, gerakan yang menggabungkan aktivitas fisik dan aksi lingkungan perlu terus diperluas agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan sehingga pesan menjaga lingkungan tidak berhenti sebagai kampanye sesaat, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup warga Kota Medan.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, Run For Garbage 2026 menunjukkan bahwa kampanye lingkungan dapat dikemas secara menarik dan dekat dengan masyarakat. Langkah sederhana melalui olahraga pun diharapkan mampu melahirkan kepedulian yang lebih besar terhadap kebersihan dan masa depan lingkungan perkotaan.*











