Jakarta, ARMADABERITA – Alatan Indonesia sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Master E-Purchasing E-Katalog V6: Dari Perencanaan hingga Value for Money pada 23–24 Juli 2026 di AONE Hotel Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini diikuti peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha yang ingin memperdalam pemahaman mengenai implementasi E-Katalog Versi 6 (E-Katalog V6).
Sejak diberlakukan secara nasional pada 1 Januari 2025, E-Katalog V6 membawa berbagai perubahan mendasar dalam proses e-purchasing pemerintah. Mulai dari alur transaksi yang lebih terintegrasi, sistem pembayaran, pelacakan proses secara real time, hingga peningkatan aspek keamanan, seluruh pembaruan tersebut menuntut para pelaku pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk memahami mekanisme terbaru agar terhindar dari kesalahan administrasi maupun potensi temuan audit.
Pelatihan dipandu langsung oleh Agus Arif Rakhman, M.M., CPSP, Pengelola Pengadaan Ahli Madya, Probity Advisor LKPP, Fasilitator Kehormatan Bidang Pengadaan, sekaligus penulis buku Jago E-Purchasing. Dengan pendekatan andragogi (adult learning), peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga praktik langsung menjalankan proses E-Purchasing melalui E-Katalog Inaproc V6 dari awal hingga akhir.
Menurut Agus Arif Rakhman, masih banyak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, hingga Tim Teknis yang menghadapi tantangan dalam implementasi E-Katalog V6. Permasalahan yang sering muncul antara lain menentukan waktu yang tepat melakukan negosiasi atau mini kompetisi, menyusun dokumen pengadaan sesuai ketentuan, hingga memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip tata kelola agar aman saat pemeriksaan audit.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan enam materi utama yang menjadi fondasi dalam implementasi pengadaan pemerintah Indonesia melalui E-Katalog V6, yaitu:
- Paradigma dan dasar hukum e-purchasing;
- Perencanaan pengadaan;
- Analisis kewajaran harga;
- Strategi negosiasi dan mini kompetisi;
- Pengendalian kontrak;
- Probity serta manajemen risiko.
Seluruh materi diperkuat melalui praktik penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Harga Perkiraan Sendiri (HPS), simulasi transaksi pada E-Katalog Inaproc V6, hingga pembahasan paket pengadaan riil yang dibawa langsung oleh peserta dari instansi masing-masing.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, Pokja Pemilihan, PPTK, ASN, hingga penyedia barang dan jasa pemerintah. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam diskusi interaktif serta pembahasan berbagai studi kasus yang dihadapi di lapangan.
Selain memperoleh materi pembelajaran, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas berupa modul pelatihan, training kit, sertifikat resmi 20 Jam Pelajaran (JP), akses ke komunitas profesional, serta layanan konsultasi pascapelatihan. Bagi peserta yang hadir secara luring, kegiatan ini juga menjadi ajang memperluas jejaring profesional dengan peserta dari berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
Salah satu peserta, Citra Riayani dari Puskesmas Sawah Pulo Surabaya, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri dalam menerapkan E-Purchasing melalui E-Katalog Inaproc Versi 6 di lingkungan instansinya.
Melalui penyelenggaraan Bimtek E-Katalog V6 ini, Alatan Indonesia berharap para peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mewujudkan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang lebih akuntabel, transparan, efisien, serta berorientasi pada prinsip value for money.
Sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi pengadaan, Alatan Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pelatihan E-Katalog, bimtek pengadaan pemerintah, konsultasi, dan pendampingan guna mendukung penguatan tata kelola pengadaan pemerintah Indonesia yang profesional, adaptif, dan sesuai regulasi.











