Bernyanyi Bersama, Persahabatan Indonesia–Malaysia yang Hangat

Share

Oleh Mardi Panjaitan, Kepala SLB Negeri Pembina

MENJELANG ACARA BERAKHIR, sebuah kejutan terjadi. Kak Andy, Kepala Budaya dari Universiti Sains Malaysia (USM), tiba-tiba mengajak saya duet cantik di atas panggung. Lagu yang dipilih adalah “Aku dan Dirimu” milik Ari Lasso dan BCL.

Awalnya saya kaget sekaligus grogi. Saya bukan penyanyi. Suara saya bahkan biasa-biasa saja. Tapi ternyata banyak yang ikut bernyanyi. Lagu pop Indonesia itu begitu dikenal di Malaysia, membuat suasana jadi ramai penuh tawa. Rasanya seperti sedang konser kecil-kecilan—semua kamera ponsel tertuju ke arah kami.

Momen itu membuat saya sadar, kebersamaan tidak perlu sempurna. Yang penting adalah hati yang mau berbagi kegembiraan. Meski suara saya pas-pasan, semua orang bisa menikmati suasana yang hangat.

Hari itu bukan sekadar workshop. Lebih dari itu, pertemuan ini jadi bukti bahwa persahabatan bisa terjalin lewat cara sederhana—bahkan lewat lagu. Anak-anak bertalenta khusus yang hadir juga menunjukkan bahwa mereka bukan hanya bisa menerima perhatian, tetapi juga memberi kebanggaan besar bagi kita semua.

Terima kasih kepada Universiti Sains Malaysia, Universitas Terbuka, dan Universitas Panca Budi Medan. Semoga kerja sama ini terus tumbuh menjadi persahabatan yang memberi berkat untuk anak-anak disabilitas di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *