NEWS  

Tegur Pengendara Motor yang Nyerempet Pejalan Kaki, Jukir Ini Malah Bonyok Dipukuli

Share

Percut, ArmadaBerita.Com

Gara-gara menegur pengendara sepeda motor yang menyerempet pejalan kaki, Sunan Pakpahan (45) yang keseharianya sebagai juru parkir (Jukir) di Jalan Pukat VIII, Gang Asmad, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, jadi kena batunya.

Wajahnya babak belur dipukuli oleh pengendara yang ditegurnya. Ironisnya, ia nyaris akan ditikam oleh pelaku.

Usai dipukuli, pelaku kabur. Korban yang tak terima, bersama warga terpaksa mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, Senin (1/6/2020) malam.

Kepada wartawan Sunan (korban) menceritakan peristiwa penganiayaan yang menimpa dirinya terjadi disekitaran tempatnya bekerja sebagai juru parkir sekira pukul 19.00 WIB.

Malam itu seperti biasa ia tengah bekerja sebagai juru parkir dilokasi kejadian. Tiba-tiba ia melihat seorang pejalan kaki terserempet sepeda motor. Disitu, lantas korban meneriaki pengendara itu agar berhenti.

Mendengar teriakkan korban, pengendara sepeda motor itu lalu berhenti. Saat berhenti, disitu korban menegur pengendara sepeda motor itu.

“Sudah kau langgar orang main pigi aja. Kau tengok dulu orang yang kau langgar itu,” tegur korban saat menirukan kembali ucapannya kepada si pengendara sepeda motor di kantor polisi.

Mendengar hardik dari korban, membuat pengendara sepeda motor itu naik pitam. Dengan emosi keduanya terlibat cekcok mulut hingga berujung perkelahian. Sunan pun kalah dengan banyak luka diwajahnya.

“Bahkan aku nyaris ditikamnya pakai pisau,” aku Suanan.

Beruntung warga lain langsung datang dan melerai penganiayaan itu. Dengan kondisi wajah berdarah-darah korban papah warga ke kantor polisi. Sementara warga lainnya turut mengamankan pengendara sepeda motor itu berikut senjata tajam (pisau) miliknya.

“Pelakunya sempat diamankan warga juga disana. Sama warga disana dia (pelaku) mengaku bernama Wira. Udah disarankan warga agar mengobati luka-luka yang dialami korban, tapi si pengendara sepeda motor itu malah menantang warga agar tidak ikut campur dalam persoalannya,” timpal salah satu warga yang identitasnya tak ingin disebutkan saat mendampingi korban di kantor polisi.

Hingga akhirnya warga menyarankan korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Didampingi warga, kemudian korban dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan untuk membuat laporannya.

“Makanya kami menyuruh korban untuk membuat pengaduan ke kantor polisi,” tambah warga lagi.

Saat berita ini dibuat, korban tengah melakukan visum ke RS Haji Medan, usai mendapakan surat pengantar visum dari petugas SPKT, guna melengkapi laporannya. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *