Medan, ArmadaBerita. Com – Polrestabes Medan menggencarkan operasi besar-besaran terhadap kejahatan jalanan, premanisme, perjudian, hingga peredaran narkoba selama dua pekan terakhir. Hasilnya, sebanyak 143 kasus berhasil diungkap dengan total 178 tersangka diamankan, termasuk 20 residivis.
Dalam operasi yang berlangsung sejak 4 hingga 18 Mei 2026 itu, polisi juga memberikan tindakan tegas dan terukur (menembak) terhadap 21 pelaku yang dinilai membahayakan keselamatan petugas saat penangkapan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, operasi tersebut dilakukan untuk menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami ingin Kota Medan aman dan nyaman. Terhadap pelaku yang melawan dan membahayakan petugas, dilakukan tindakan tegas terukur,” kata Jean Calvijn saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (19/5/2026).
Dalam pengungkapan itu, polisi membongkar 47 kasus kejahatan jalanan dengan 67 tersangka yang terdiri dari kasus begal, pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Selain itu, aparat juga mengungkap dua kasus perjudian dengan enam tersangka.
Sementara itu, kasus narkoba mendominasi hasil operasi. Sedikitnya 86 kasus berhasil diungkap dengan total 100 tersangka diamankan.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 225,23 gram sabu, 288,6 gram ganja, enam butir ekstasi, serta delapan botol dan empat cartridge pod vape liquid yang diduga mengandung narkotika.
Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga memusnahkan empat lokasi yang diduga menjadi barak narkoba di wilayah Sunggal, Medan Selayang, dan Medan Area.
“Dalam dua minggu terakhir ada empat lokasi barak narkoba yang dimusnahkan,” sebut Jean Calvijn.
Ia menyebut sejumlah kasus menonjol turut terungkap dalam operasi itu, di antaranya penangkapan pimpinan geng motor NKB yang diduga terlibat peredaran pod vape liquid mengandung narkotika jenis “Getar”.
Selain itu, Satresnarkoba Polrestabes Medan juga membongkar home industry pod vape liquid mengandung narkoba yang disebut melibatkan warga negara asing (WNA).
“Kasus ini masih dalam pengembangan sehingga belum dapat kami rinci lebih jauh,” ujarnya.
Jean Calvijn mengklaim angka kriminalitas di Kota Medan mengalami penurunan selama masa kepemimpinannya. Pada 100 hari kerja tahap pertama, angka kejahatan disebut turun 14 persen, sedangkan pada tahap kedua kembali turun hingga 16 persen.
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolrestabes Medan didampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dandim 0201/Medan Letkol Delli Yudha Adi Nurcahyo, Kasat Reskrim AKBP Adryan Riski Lubis, serta Kasat Narkoba Kompol Rafli Yusuf Nugraha.
Wali Kota Medan Rico Waas mengapresiasi langkah kepolisian dalam menekan angka kejahatan di Kota Medan. Menurut dia, upaya pemberantasan kriminalitas harus dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat.
“Kami mulai merasakan adanya penurunan angka kejahatan jalanan. Pemko Medan melalui poskamling dan siskamling akan terus memperkuat pengawasan lingkungan bersama masyarakat,” kata Rico.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan berbagai aktivitas mencurigakan kepada aparat penegak hukum demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.











