Siantar, ArmadaBerita.Com
Dari pantauan wartawan di beberapa akhir tahun ini, prostitusi atau praktek pelacuran semakin merajelela di Kota Siantar, bahkan masih bisa ditemui yang masih dibawa umur.
Hal itu terjadi akibat kurangnya perhatian dari Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpoll-PP).
Bukan hanya menguntungkan bagi para pelacur, germo yang mayoritasnya kebanyakan seorang banci pun ikut kebanjiran rezeki.
Rezeki itu datang bagi banci karena menerima uang lendir setiap harinya. Tarifnya pun bervariasi, mulai RP 100 ribu hingga mencapai Rp 500 ribu.
Dari data yang didapatkan wartawan, para pelacur kebanyakan berasal dari luar Kota Siantar setelah beberapa orang terzaring razia yang baru-baru ini dilakukan APH.
“Tugas germo memelihara mereka untuk melacur setiap harinya. Jadi, germo itu lah nanti yang metik hasil dari tamu, terus germo sama pelacur bagi hasil lagi,” ucap AL, mantan germo yang sudah hijrah beralih profesi yang lebih baik, Selasa (7/3/2023).
AL menceritakan, untuk tempat eksekusi, germo biasanya mengarahkan tamunya ke perhotelan, penginapan dan juga kos kostan setelah memenuhi kesepakatan harga masing-masing yang ditawarkan.
“Aku nggak berani menyebut dimana saja, tapi kebanyakan hotel-hotel besar di Siantar lah yang dipakai. Biasanya, sebelum eksekusi, ada juga tamu yang ngajak minum alkohol dulu, kek gitu lah,” katanya.
Biasanya, lanjut AI, pihak Hotel sudah melakukan kerja sama jika razia berlangsung. Tak itu saja, resepsionis perhotelan pun juga ikut andil, termasuk menawarkan jasa pelacur ke para tamu.
“Germo sekarang mulai banyak di Siantar. Salah satunya inisial AF dan NR. Walau pun satu atau dua orang yang ditangkap Polisi, buktinya masih ada terus,” kata AL berharap APH segera melacak para Germo.
Untuk mempertanyakan kapan APH menindak maraknya praktek prostitusi pelacuran yang semakin merajalela, Kapolres Siantar AKBP Fernando mengatakan, segera menindak tegas.
“Segera kita tindak, biar saya teruskan nanti ke Kasat. Kalau tau soal mereka, bantu info ya,” kata mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta Pusat itu singkat, Selasa (7/3/2023) selasa 08.26 via telepon. (Hay)











