MEDAN, ARMADA BERITA – Dalam upaya memberikan wadah dan dukungan bagi para atlet difabel di Kota Pematangsiantar, Christina Hasibuan, seorang psikolog dari Yayasan Kita Serupa, menggagas pendirian Special Olympics Indonesia (SOIna) Cabang Siantar. Dalam pertemuan di Medan pada Rabu (7/2/2024), ia berbagi rencana pendirian SOIna tersebut.
“Kita akan membentuk SOIna Siantar. Saya berharap, rencana ini dapat terealisasi bulan ini, dan nama-nama pengurus akan segera diajukan kepada pengurus SOIna Provinsi Sumut. Pelantikan pengurus SOIna Siantar direncanakan setelah Pemilu berakhir,” ujarnya.
Syahrul Dalimunthe, Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Daksa Indonesia (PPDI) Siantar, menyambut baik rencana pendirian SOIna Cabang Kota Pematangsiantar. “Rencana pendiriannya sesuai. Saya pasti menyambut baik dan mendukung,” kata Syahrul.
Dalam berbicara tentang dukungan, Syahrul berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada SOIna Kota Pematangsiantar. “Kegiatan seperti apa yang akan dilakukan SOIna, bentuk kerja samanya gimana? Yang jelas, apa yang dibutuhkan, selama kita bisa bantu, ya kita bantu, baik itu melalui menyediakan atlet atau menjembatani dengan orang-orang yang berkaitan, misalnya ke pemerintah. Kalau kita punya, kita bisa membantu,” ungkapnya.

(duduk di kursi roda) siap mendukung pendirian SOIna Siantar.
Syahrul juga menyoroti banyaknya atlet di Siantar yang memiliki prestasi internasional, namun kesulitan mendapatkan wadah untuk berkembang. Ia berharap, SOIna Kota Pematangsiantar dapat memberikan dorongan signifikan dalam pengembangan para atlet difabel di wilayah tersebut.
“Penting untuk memberikan wadah kepada atlet-atlet berbakat kita di Siantar. Ini merupakan langkah positif dalam mendukung pengembangan atlet difabel di daerah ini,” tandasnya.
Sekjend SOIna Sumut Mardi Panjaitan menyambut baik rencana ini, ketika bertemu dengan mereka di Medan. Ia menegaskan, inisiatif ini sangat positif dan dibutuhkan. Dengan terbentuknya SOIna Siantar, kita dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi atlet difabel untuk berkembang dan berprestasi. “Semua pihak harus bersatu untuk mendukung langkah ini demi masa depan para atlet kita,” pungkasnya. (Dewa)











