NEWS  

Bentrok Berdarah Geng Motor di Medan, 6 Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Remaja 14 Tahun Ditangkap

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adryan Riski Lubis memaparkan kasus tawuran Geng Motor yang menewaskan seorang remaja yang digelar di gedung Satreskrim Polrestabes Medan, Selasa (23/6/2026). Ist
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Polisi bergerak cepat mengungkap kasus bentrok antargeng motor yang menewaskan seorang remaja berusia 14 tahun di kawasan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Dalam waktu kurang dari 20 jam setelah kejadian, tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan brutal tersebut.

Korban berinisial MN (14), warga Medan Tembung, diduga menjadi sasaran pengeroyokan saat bentrokan antarkelompok geng motor pecah di Jalan Setia, Patumbak I.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adryan Riski Lubis mengatakan, keenam tersangka yang telah diamankan masing-masing berinisial MOHH (17), RY (19), FT (17), RDS (18), GR (21), dan IL (17).

“Petugas berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban. Kasus ini berhasil diungkap dalam waktu tidak kurang dari 20 jam,” kata Adryan saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (23/6/2026).

Menurut penyelidikan polisi, bentrokan bermula ketika geng motor SL yang berafiliasi dengan kelompok SKM dan Towaga berencana melakukan penyerangan terhadap geng motor NKB. Kedua kelompok kemudian bertemu di kawasan Jalan Setia, Patumbak I.

Polisi mengungkap jumlah massa yang terlibat dalam bentrokan itu tidak seimbang. Gabungan geng motor SL, SKM, dan Towaga datang dengan kekuatan sekitar 200 orang, menggunakan kurang lebih 100 sepeda motor serta dua unit mobil. Sementara kelompok NKB hanya berjumlah sekitar 60 orang.

Dalam situasi tersebut, kelompok NKB terdesak dan mundur. Namun nahas bagi MN. Remaja itu diduga terpisah dari rombongannya dan tertinggal di lokasi bentrokan.

Korban kemudian menjadi sasaran amuk massa. Polisi menyebut para pelaku mengeroyok korban menggunakan berbagai benda, mulai dari senjata tajam, kayu, hingga panah.

Tidak hanya itu, setelah korban tak lagi berdaya, tubuhnya disebut sempat diseret dan dibuang ke dalam parit.

Selain enam tersangka yang telah ditangkap, polisi kini masih memburu sejumlah pelaku lain, termasuk para pimpinan geng motor yang diduga terlibat dalam perencanaan maupun aksi penyerangan tersebut.

“Untuk ketua-ketua geng motor identitasnya sudah kami kantongi dan masih terus kami dalami. Mudah-mudahan dalam waktu singkat dapat kami ungkap,” ujar Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Hafizullah.

Terkait kemungkinan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas), polisi menyatakan hingga saat ini belum menemukan adanya hubungan antara kelompok-kelompok yang terlibat bentrokan dengan organisasi tertentu.

“Untuk keterkaitan dengan ormas, sementara tidak ditemukan,” kata Hafizullah.

Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam bentrok berdarah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *