Medan, ArmadaBerita.Com – Suasana Paviliun Kabupaten Pakpak Bharat di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50, Jumat (24/7/2026) malam, dipenuhi pengunjung yang penasaran dengan beragam produk unggulan khas daerah tersebut. Aroma minyak serai yang khas berpadu dengan deretan produk olahan gambir, kopi, hingga kerajinan tangan menghadirkan pengalaman yang membuat pengunjung seolah mengenal lebih dekat potensi Kabupaten Pakpak Bharat.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam ajang promosi terbesar di Sumatera Utara itu menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan sumber daya alam, produk UMKM, serta destinasi wisata kepada masyarakat luas.
Salah satu yang paling banyak menarik perhatian adalah berbagai inovasi olahan gambir. Tanaman yang selama ini identik sebagai komoditas perkebunan kini dihadirkan dalam bentuk minuman seduh atau teh celup, kapsul untuk kesehatan pencernaan dan diabetes, hingga tinta berbahan dasar gambir.
Selain produk berbasis gambir, paviliun tersebut juga menampilkan minyak serai, madu hutan, kopi kemasan, rengginang, serta aneka makanan ringan seperti keripik talas dan keripik pisang hasil olahan pelaku UMKM Pakpak Bharat.
“Produk unggulan yang kami pamerkan di sini seperti minuman seduh atau teh celup dari gambir, minyak serai, tinta gambir, madu hutan, rengginang, dan masih banyak produk lainnya,” terang petugas Paviliun Pakpak Bharat, Clara Sitakar.
Tak hanya sektor pangan dan kesehatan, pengunjung juga dapat melihat koleksi pakaian adat Pakpak yang dipamerkan di dalam paviliun. Busana adat pria ditawarkan seharga Rp350 ribu, sedangkan busana adat wanita dibanderol Rp400 ribu karena memiliki detail bordir yang lebih banyak.
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat juga memanfaatkan ajang PRSU untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan yang dimiliki daerah tersebut. Sejumlah objek wisata yang diperkenalkan antara lain Puncak Deleng Simpon, Panorama Indah Sinfeka, Pemandian Alam Lae Temberkuh, Makam Penyebar Islam di Tanah Simsim, Rumah Adat Sopo Jojong, hingga Air Terjun Lae Singgabit.
Seluruh potensi itu menjadi bagian dari upaya memperluas promosi daerah agar semakin dikenal masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Di bawah kepemimpinan Bupati Franc Bernhard Tumanggor dan Wakil Bupati Dr. Mutsyuhito Solin, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat terus mendorong pengembangan produk unggulan daerah melalui puluhan pelaku UMKM, hasil pertanian, serta kerajinan tangan yang ditampilkan selama penyelenggaraan PRSU ke-50 di Kota Medan.











