Medan, ArmadaBerita.Com
Aksi tidak terpuji dilakukan oknum polisi yang diduga menjadi beking seorang rentenir terekam kamera. Dari video yang sempat viral beredar terlihat seorang pria yang mengaku anggota polisi sembari menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) kepolisian mengancam akan melakukan penahanan terhadap warga. Padahal warga sedang berdialog mengenai hutang piutang dengan seorang rentenir.
Ironisnya, pria mengaku polisi itu bahkan menahan mobil Romulo Makarios Sinaga (39) yang merupakan wartawan di media online. Bahkan, sempat terjadi keributan hingga nyaris adu jotos dihadapan balita dan sempat menganiaya wartawan. Duuh!!!
Atas kejadian itu, Romulo yang saat ini mengaku jika mobilnya masih ditahan oknum polisi hingga sempat mendapatkan penganiayaan, resmi membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan bukti lapor STTLP/B/1047/Yan.2.5/K/V/SPKT Restabes Medan.
Kepada wartawan, Selasa (25/5/2021), Romolo menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi di sebuah rumah di Jalan Sei Tuntungan Baru, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan pada, pada Senin (24/5/2021) malam.
Saat itu, oknum polisi yang disebut-sebut bertugas di Polresta Deli Serdang itu tak terima dengan kehadiran wartawan bernama, Romulo Makarios Sinaga (39). Padahal, ia hanya ingin menjemput istri dan anaknya saat ikut menemani kakak iparnya yang berhutang. Saat istri dan anaknya ikut dalam dialog, Romulo datang untuk menjemput istri dan anaknya karena mendengan keributan.
Alhasil, oknum polisi yang diduga kesetanan dan beranjak dari tempat duduknya lalu mengejar Romulo. “Aku padahal gak tau apa-apa soal hutang piutang itu. Kok dia arogan sekali mentang-mentang mengaku anggota polisi. Sampai sekarang mobilku ditahan dia di rumah itu, sampai-sampai anakku yang masih balita syok dan menangis karena keributan yang dibuatnya. Bagian bawah telingaku dipukulnya dan aku dipaksa mau disekapnya sambil menarik-narik aku,” kata Romulo usai membuat laporan resmi.
Rumo menjelaskan, ikhwal masalahnya berawal ketika kakak iparnya terlibat masalah utang piutang dengan rentenir yang ada di Jalan Sei Tuntungan Baru, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Saat itu, datang sejumlah lelaki mencari kakak iparnya di area Pasar Petisah, Kecamatan Medan Baru.
“Saat itu oknum dugaan polisi bicara dengan istri saya untuk menemui kakak ipar saya dan saat itu ketika mereka bicara melintas kakak saya dan menyampaikan masalah ini akan diselesaikan di rumah Situmorang yang memberikan pinjaman,” ungkap Romulo.
Karena beritikad ingin menyelesaikan masalah ini, Romulo mengantarkan kakak iparnya ke Jalan Sei Tuntungan Baru. Kebetulan, sang kakak ipar tak punya kendaraan untuk berangkat ke lokasi.
Malam itu, Romulo turut membawa serta anak dan istrinya. Sebab, dia baru saja menutup toko dan berencana pulang ke rumah. “Setelah sampai di Jalan Sei Tuntungan itu, saya menunggu di luar halaman teras. Istri saya menemani kakak ipar saya bersama anak saya masuk ke dalam rumah,” katanya.
Tak lama kemudian, terdengar ribut-ribut dari dalam rumah. Spontan, Romulo masuk. Dia ingin memastikan apa yang terjadi dengan kakak ipar dan istri serta anaknya.
“Dua dari tiga oknum yang ada di rumah itu itu sempat menghadang aku masuk. Saya masuk ke rumah pun karena spontan saja karena adu mulut dan berusaha melerai,” jelasnya.
Di dalam rumah, oknum polisi marah-marah sembari mengatakan bahwa dirinya polisi dan akan menangkap orang yang berada di dalam rumah bersama istri dan kakak iparnya.
Karena situasi memanas, kakak ipar Romulo sengaja merekam peristiwa ini, khawatir terjadi sesuatu, sekaligus untuk dijadikan bukti bilamana ada tindak kekerasan. Tak disangka, apa yang dikhawatirkan terjadi. Setelah mengancam memenjarakan, pria itu kemudian merampas kamera kakak ipar Romulo.
Sontak, Romulo pun berusaha melerai. Nahasnya, dia malah dikeroyok oknum polisi itu, hingga terjadi oergumulan seperti yang ada di video. “Biar ku tahan kalian bertiga di sini. Nanti ku rampas HP mu itu,” sergah oknum polisi itu seperti yang ditirukan Romulo.
Romulo yang juga wartawan media online CakapBerita.com ini sempat berupaya keras agar bisa keluar dari rumah, tapi tidak diberikan.
“Malam itu saya tetap mendesak agar keluar dari rumah tersebut dan oknum tersebut sempat mengatakan panggil deking kalian. Setelah saya berhasil keluar akhirnya saya hubungi keluarga membawa anak saya ini yang paling utama,” ucapnya.
Namun, kata Romulo oknum tersebut meminta kepada rekannya agar jangan dikeluarkan mobil miliknya dari dalam rumah tersebut. “Saya berupaya untuk meminta mobil saya, tapi tidak diberikan. Saat itu mobil saya sudah dihalangi oleh mobil milik yang dibawa oknum tersebut, katanya mobil saya harus ditahan,” beber Romulo.
Di malam tersebut, Romulo mencari bantuan termasuk menghubungi pihak Polsekta Medan Baru, hingga akhirnya membuat laporan ke Polrestabes Medan atas tindakan penganiayaan.
Hingga kini, Romulo tetap berharap mobil miliknya dikembalikan. Terkait dengan persoalan ini, Romulo berharap adanya perhatian dari pimpinan kepolisian di wilayah Sumatera Utara.
Dari laporan yang diterima kata, Romulo pihaknya hanya mengetahui bahwa oknum tersebut bermarga Simanjuntak. “Sampai sekarang mobil milik saya tidak bisa keluar dari rumah tersebut,” ucap Romulo yang juga berencana akan membuat laporan ke Propam Polda Sumut setelah selesai membuat laporan atas kenderaan miliknya yang ditahan.
Oknum polisi yang terekam di video yang beredar dan disebut-sebut polisi yang bertugas di Sat Sabhara Polresta Deli Serdang. “Ia benar dan saat ini sudah saya perintahkan Wakapolresta dan Kasi Propam untuk selidiki permasalahannya dan proses. Terimakasih,” sebut Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (25/5/2021) sore. (ASN)











