Medan, ArmadaBerita.Com
Pemerintah Kota Medan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dari TNI, Polri maupun BNN yang belakangan ini gencar menindak bahkan membongkar Tempat Hiburan Malam (TPH) sepertinya belum mampu menggerebek dan memeriksa aktivitas “Dugem” yang diduga menyediakan peredaran narkoba jenis ekstasi di Krypton KTV, Jalan Gajah Mada Medan, Jum’at (29/8/2025).
Berdasarkan pantauan, aktivitas Krypton Eksekutif KTV terus berpartisipasi dan makin eksis dikunjungi para penikmat hiburan “Dunia Malam”. Bahkan salah satu pengunjung mengakui tidak ada penikmat musik dugem yang tidak mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi. “Kalau nggak pakai “Pil” pasti bosen dan sakit telinganya. Mereka rata-rata konsumsi pil untuk menikmati,” aku salah seorang pengunjung yang minta namanya dirahasiakan.
Keberadaan Krypton KTV ini seakan menjadi tempat yang kini bisa dikunjungi masyarakat pencinta dunia malam. Pasalnya, beberapa THM lainnya yang terbukti didapati narkoba dari hasil razia dan penggerebekan polisi telah lebih dahulu ditutup bahkan dibongkar. Jadi di Kripton KTV, disinyalir menjadi transaksi ekstasi terbesar dikarenakan keberadaannya yang masih eksis.
Padahal, beberapa warga yang pernah berkunjung mengatakan di tempat hiburan malam penjualan inex cukup tinggi, namun belum pernah sekalipun pasukan terlatih dari Polrestabes Medan, Polda Sumut, dan BNNP Sumut.
“Kalau digerebek seperti Polda Sumut yang langsung main senyap dan hasilnya ada tiga hiburan malam di Medan ditutup, diduga tempat transaksi ekstasi dan ada petugas juga mendapatkan barang bukti inex ratusan banyaknya dari pegawainya,” timpal warga Medan lainnya bernama, Dedi Yanto.
Kata dia, ada tiga tempat hiburan malam yakni D’ Red Jalan Ring Road Sunggal, Dragon KTV dan Scorpio Jalan H Adam Malik Medan tuntas ditindak Polda Sumut.
“Kalau mau digerebek, harus dikoordinasikan dulu sama pengelola hiburan malam itu, razianya namanya ecek – ecek, dan tidak ada pengunjung yang dugem. Kalau pun ada sudah dikondisikan, kalau di tes urine pasti negatif,” paparnya.
Karena itu, kalaupun arogan pengelola Krypton yang diduga ada oknum anggota dewan uang duduk kembali sebagai Anggota DPRD Kota Medan. “Semuanya warga sudah tau siapa dia sebagai anggota dewan tersebut,” jelasnya.
Apalagi harapan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Kota Medan harus aman dan kondusif. Karena siapkan saja satu mobil patroli milik Polrestabes Medan, singgah melintas di Jalan Gajah Mada Medan dan kalau bisa parkir tidak jauh dari Krypton dan tetap berada di TKP, sudah pasti banyak pengunjung yang hendak dugem di Krypton pasti balik kanan atau putar arah. “Kalau patrolinya tidak berhasil, siapkan sejumlah petugas Polrestabes Medan apel kan pasukan tersebut di samping Kripton dan ada sebagain berpakaian dinas pasti sangat terasah dan kena ke hulu hati,” tuturnya.
Disinggung Yanto, kalau polisi berani di gerebek di malam weekend, sangat menarik dan pasti banyak yang tertangkap dan buat nyaman warga Medan. Sebab Kota Medan sudah ditetapkan sebagai juaranya narkoba di Sumut bahkan sudah darurat narkoba di Medan,” ujarnya.
Karena itu, sebelum terlambat menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh narkoba di tempat hiburan malam tersebut harus ditindak di Krypton salah satu tempat terbukti basisnya transaksi narkoba,” urainya.
Mengenai inex jenis baru banyak ditemukan di Krypton, seperti Granat Hijau dijual Rp 350 ribu (favorit dan enak), Chanel, Labubu, Burung Hantu (Burhan), Hello Kitty, Kepala Singa, Granat Ungu, Rolex Biru, Mercy, Micky Mouse dan lain – lain dijual Rp 300 ribu.
Sebelumnya, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Thommy Aruan, saat ditanya mengenai maraknya penjualan narkotika jenis ekstasi di Krypton masih irit berbicara. (Tim)











