LANGKAT, ARMADABERITA — Banjir kembali merendam permukiman warga di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (29/10/2026). Hujan berintensitas tinggi menyebabkan genangan di Desa Sekoci, Desa Bukit Mas, Kelurahan Kampung Lama, Kelurahan Pekan Besitang, dan Kelurahan Bukit Kubu.
Banjir berulang ini kembali menyoroti kerentanan kawasan Besitang terhadap genangan, terutama di Desa Sekoci yang beberapa kali terdampak banjir sepanjang Oktober 2026.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, banjir yang melanda Desa Sekoci pada 12 Oktober 2026 berdampak terhadap lima dusun dengan total 719 kepala keluarga. Ketinggian air di sejumlah lokasi saat itu dilaporkan mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Sebagian warga juga dilaporkan mengungsi untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Namun, data tersebut merupakan catatan kejadian sebelumnya. Jumlah rumah yang terendam, ketinggian air, dan kondisi warga dalam banjir pada Kamis belum diketahui secara pasti dan masih memerlukan pendataan terbaru.
Berulangnya banjir membuat persoalan luapan Sungai Besitang kembali menjadi perhatian. Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait mengambil langkah penanganan yang tidak hanya berfokus pada keadaan darurat, tetapi juga mengurangi risiko banjir dalam jangka panjang.
Sejumlah langkah yang diharapkan mencakup evaluasi kondisi sungai, normalisasi jika diperlukan berdasarkan kajian teknis, perbaikan drainase, serta pemetaan kawasan rawan banjir. Penanganan tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi genangan ketika hujan deras kembali mengguyur wilayah itu.
Bagi warga yang pernah mengalami banjir besar pada akhir November 2025, kejadian berulang ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan, kondisi rumah, dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari. Banjir berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi, pendidikan, serta akses masyarakat apabila genangan meluas.
Karena itu, pendataan dampak terbaru dan pemantauan kondisi warga menjadi langkah penting untuk menentukan kebutuhan penanganan di lapangan. Informasi resmi mengenai jumlah rumah terdampak, warga yang mengungsi, serta langkah penanganan pada kejadian 29 Oktober masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir diimbau tetap waspada, memantau perkembangan ketinggian air, dan segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi mengancam keselamatan.
Banjir berulang di Besitang menunjukkan pentingnya penanganan bencana yang berkelanjutan, mulai dari kesiapsiagaan warga hingga evaluasi infrastruktur pengendali banjir. Warga berharap langkah konkret dapat dilakukan agar risiko banjir berulang dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat bisa dikurangi.











