Medan, ArmadaBerita.Com
Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Bank Indinesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendorong para kaum milenial khususnya para pemuda untuk membangun ekonomi Indonesia melalui investasi dan pasar modal disekala besar hingga yang kecil (retail).
Komitmen itu diutarakan bersama melalui sinergi antara BI, Kemenkeu, OJK dan LPS yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan Melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK) dengan menggelar Literasi Keuangan Indonesia Terdepan atau disebut LIKE IT.
Kolaborasi penyelenggaraan LIKE IT pertama kali diadakan pada tahun 2021, yang dikemas dalam rangkaian lomba dan webinar dengan hosting yang dilakukan bergantian antara lembaga. Pada 2022, program ini disepakati untuk kembali dilanjutkan, mempertimbangkan kesuksesan dan dampak positif sinergi penyelenggaraan program di 2021 dalam mendukung peningkatan basis investor retail di Indonesia.
Mengusung tema “Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments” atau “Berkelanjutan dalam Berinvestasi dan Berinvestasi pada Produk Keuangan yang Berkelanjutan”, LIKE IT seri pertama (LIKE IT #1) sekaligus menjadi pembuka rangkaian LIKE IT tahun 2022.
Pemilihan tema tersebut dilandaskan pada semangat untuk mendorong generasi muda untuk secara kontinyu berinvestasi di pasar modal sehingga investasi dapat menjadi sebuah “habit” atau kebiasaan. LIKE IT 2022 ini masih mengusung semangat yang sama yakni “Menjadi investor di negeri Sendiri”.
“Tujuannya agar investasi dapat menjadi suatu habit dan life skill, untuk bekal investasi kedepannya,” kata Gubernur BI Perry Wajiyo dalam pidatonya yang diselenggarakan virtual melalui kanal youtube resmi BI, Jum’at (12/8/2022) sore.
Acara tersebut turut dihadiri, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sebagai penyelenggara LIKE IT kali ini, BI akan berfokus untuk memberikan pemahaman dan mempertahankan habit investasi yang telah dilakukan selama ini dan meningkatkan skill investasi yang telah terbangun. “Ini seri pertama dari 3 seri yang kita lakukan tahun ini. Dengan pemahaman yang komperhensif ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kuantitas tetapi juga kualitas investor ritel di Indonesia,” jelas Perry.
Dalam penyelenggaraan ini, terang Perry, Investor pada bulan Juni mengalami kenaikan. Meski begitu, sebut Perry, masih kecil yakni 4 persen dibanding dengan negara-negar lain. Untuk itu, Gubernur BI mengajak kita untuk meningkatkan investor retail dan besar.
Perry mengungkapkan bahwa penyelenggaraan LIKE IT sungguh punya makna besar. Hal itulah yang menjadi alasan untuk mengajak semua menggelorakan investasi demi memajukan ekonilomi kita agar lebih maju.
“Investasi sangat penting. Mari kita berinvestasi bukan hanya untuk membiayai, namun untuk pembangunan indonesia, menumbuhkan Korporasi, UMKM dan itu memerlukan pembiayaan dan juga pembangunan. Mari kita lanjutkan perjuangan pejuang kita,” ajaknya.
Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam kesempatan itu mengatakan bahwa OJK menyambut gembira kegitan LIKE IT 2022 ini. Dengan diselengarakannya kegiatan ini OJK yakin Industri keuangan semakin meningkat.
“Pada LIKE IT tahun lalu 2021 diperoleh sekitar 2 juta lebih menyukai di OJK TV. Tentunya kami yakin industri keuangan meningkat tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Mentri Keuangan RI, Sri Mulyani indrawati menyatakan bahwa masyarakat juga harus dibangun tidak hanya kepercayaan, tapi memperkenalkan instrumen-instrumen keuangan yang dapat dilihat investor indonesia, terutama instrumen retail.
Apalagi, jabar Sri Mulyani, sejak 2018 pemerintah konsisten menerbitkan instrumen Sukuk Hijau atau Green Sukuk. Maka dari itu, Sri Mulyani menganjak kita harus bisa menciptakan instrumen yang keuangan lainnya.
“Kita juga tidak harus berfokus terhadap investor global, tapi juga Domestik dalam rangka Penetrasi. Dengan demikian para investrasi indonesia dalam hal kecil pun mereka merupakan investor ritail kecil bisa berinvestasi. Sekmen juga harus ditingkatkan, seperti sekmen retail dari wanita dan pemuda,” tegasnya. (ASN)











