Robi Barus Dorong Penerima Bansos Ikuti Pelatihan Kewirausahaan dan Mendapat Akses Permodalan

Share

MEDAN, ARMADABERITA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus, mendorong agar warga penerima bantuan sosial (bansos) mendapatkan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemandirian masyarakat sekaligus membantu mereka keluar dari garis kemiskinan.

Menurut Robi, penanggulangan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan sosial. Pemerintah perlu membangun kapasitas masyarakat, membuka akses terhadap kegiatan ekonomi produktif, serta memperkuat daya saing agar penerima bantuan mampu meningkatkan taraf hidup secara mandiri.

“Upaya penanggulangan kemiskinan ini tidak cukup hanya memberikan bansos saja, karena penanggulangan kemiskinan ini merupakan upaya multidimensional, berkelanjutan dan harus dilakukan secara kolektif,” kata Robi, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melalui pelatihan keterampilan, penempatan tenaga kerja, akses pembiayaan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program tersebut, lanjut Robi, perlu disertai penguatan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Koordinasi diperlukan untuk memastikan data penerima bantuan lebih akurat sehingga program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Robi menilai, penerima bansos yang ingin mengembangkan usaha tidak cukup hanya diberikan bantuan modal. Mereka juga membutuhkan ekosistem usaha yang mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi, mulai dari pendampingan, akses bahan baku, hingga pemanfaatan teknologi.

“Akses permodalan, pendampingan, akses bahan baku, teknologi sehingga memiliki daya saing,” ujarnya.

Selain pemberdayaan melalui UMKM, Robi mengatakan, Pemerintah Kota Medan perlu memperkuat pelatihan kerja berbasis vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri lokal dan perkembangan ekonomi digital.

Menurut dia, keterhubungan antara program pelatihan dan kebutuhan dunia kerja atau link and match menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesiapan tenaga kerja.

Dengan pendekatan tersebut, warga yang telah mengikuti pelatihan diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Mereka juga dapat diarahkan untuk memasuki sektor industri maupun mengembangkan usaha di bidang ekonomi kreatif.

Robi berharap, program penanggulangan kemiskinan dapat diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kemampuan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *