EKBIS  

Investasi Dana Pensiun dan Kredit Perbankan di Sumut Tumbuh Posistif

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Rilegional (KR) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengungkapkan, Investasi Dana Pensiun di Sumatera Utara mencari tarian pertumbuhan positif.

“Dimana total aset mencapai Rp1,24 triliun dengan pertumbuhan 3,30% yoy dan total investasi mencapai Rp1,1 triliun dengan pertumbuhan 6,66% yoy,” kata Kepala OJK Sumbagut, Yusup Ansori kepada wartawan melalui virtual aplikasi Zoom, Senin (8/3/2021).

Selain itu terdapat 85,06% restrukturisasi kredit perbankan diberikan kepada sektor UMKM Per 19 Februari 2021, industri jasa keuangan di Sumatera Utara telah menyalurkan restrukturisasi kredit/pembiayaan kepada 577.327 debitur dengan outstanding kredit Rp34,78 trilliun.

Realisasi restrukturisasi kredit tersebut, jelas Yusup, berasal dari restrukturisasi bank umum sebanyak 377.969 debitur dengan outstanding kredit Rp27,85 trilliun. Sedangkan restrukturisasi BPR sebanyak 4.216 debitur dengan outstanding kredit Rp210 miliar, dan restrukturisasi perusahaan pembiayaan sebanyak 195.142 debitur dengan nilai pembiayaan Rp6,72 trilliun.

“Sebagian besar restrukturisasi kredit perbankan diberikan kepada debitur UMKM sebanyak 325.087 debitur (85,06% dari total debitur) dengan nilai outstanding kredit Rp16,16 trilliun, sedangkan untuk non UMKM sebanyak 57,10 debitur dengan nilai outstanding kredit Rp11,90 trilliun,” urainya.

Yusup menyatakan bahwa pertumbuhan kredit/pembiayaan macet berhasil ditahan dalam level yang aman dengan berjalannya kebijakan restrukturisasi seiring dengan berjalannya kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan, pertumbuhan kredit/pembiayaan macet dapat ditekan sehingga kualitas kredit dapat dikontrol dalam profil risiko yang terjaga.

“Terpantau per Januari 2021, total kredit bermasalah sektor perbankan berhasil tumbuh negatif 12,37% atau turun ke angka Rp7,4 triliun setelah sebelumnya mencapai titik tertinggi di bulan April 2020 sebesar Rp8,52 triliun,” sebutnya.

Sementara pada perusahaan pembiayaan, oustanding pembiayaan bermasalah menurun 41,95% menjadi Rp455 miliar setelah sebelumnya menyentuh angka Rp784 miliar di bulan Juli 2020.

“Program Pemulihan Ekonomi Nasional tetap berjalan dengan konsisten hingga 31 Januari 2021. Penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah di Bank Sumut dan Bank HIMBARA di Sumatera Utara tercapai sebesar Rp15,91 triliun, diberikan kepada 282 ribu debitur,” bilang Yusup.

Sementara itu, stimulus subsidi bunga/margin bagi debitur Bank Umum dan BPR/BPRS yang berkantor pusat di Sumatera Utara telah tercapai sebesar Rp8,65 Miliar yang diberikan kepada 42 ribu debitur.

Untuk Industri Pasar Modal, mencapai titik pertumbuhan tertinggi Jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara meningkat dengan signifikan, dengan jumlah SID (single investor identification) mencapai 194.424 rekening dengan pertumbuhan 76,27% yoy per Januari 2021, atau tertinggi selama 3 tahun terakhir.

“Jumlah transaksi saham juga mengalami peningkatan, terlihat dari nilai transaksi saham di Sumatera Utara pada bulan Januari 2021 mencapai Rp42,41 triliun, jauh melebihi dari nilai transaksi di Januari 2020 sebesar Rp4,23 triliun,” ungkapnya.

Saat ini, sambung Yusup, terdapat 142 pengaduan konsumen atau nasabah jasa keuangan telah ditindaklanjuti selama tahun 2020. Dari 142 pengaduan nasabah itu seluruhnya telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Pengaduan terbanyak berasal dari nasabah perbankan sebanyak 69 pengaduan, diikuti oleh nasabah Asuransi dan Perusahaan Pembiayaan yang masing-masing berjumlah 33 pengaduan.

“Sementara per Januari 2021, terdapat 15 pengaduan yang terdiri dari 9 pengaduan nasabah perbankan, 4 perasuransian, dan 2 nasabah perusahaan pembiayaan,” pungkas Yusup. (Red/ABC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *