JAKARTA | ARMADABERITA.COM – Pasar Tanah Abang sudah lama dikenal sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar di Indonesia. Tapi di era digital seperti sekarang, banyak pembeli lebih memilih belanja online daripada datang langsung ke pasar. Kalau pedagang tidak ikut beradaptasi, mereka bisa kalah saing.
Nah, untuk membantu para pedagang menghadapi tantangan ini, tiga mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), yaitu Christina, Fiona Clarissa, dan Delon, menjalankan “Program Digitalisasi Pedagang Pasar Tanah Abang”.
Program ini berlangsung pada 14 dan 22 Maret 2025 di tiga kios di Pasar Tanah Abang. Tujuannya? Agar pedagang bisa lebih melek digital dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan omzet mereka!
Belajar Jualan Online
Dalam program ini, pedagang diajarkan cara berjualan di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop. Mereka belajar bikin akun, mengunggah foto produk yang menarik, serta menulis deskripsi produk yang bisa menarik perhatian pembeli.
Tak hanya itu, mereka juga diajari strategi pemasaran digital, seperti cara menggunakan iklan berbayar, live streaming, dan teknik agar produk mereka muncul di pencarian lebih sering. Intinya, mereka diajak untuk tidak hanya jualan di lapak fisik, tapi juga aktif di dunia digital!
Pendampingan Usaha Biar Makin Profesional
Selain belajar jualan online, pedagang juga mendapatkan pendampingan bisnis. Mereka diajarkan cara menentukan harga yang pas, strategi promosi yang efektif, serta bagaimana melayani pelanggan dengan lebih baik. Dengan cara ini, diharapkan usaha mereka bisa lebih berkembang dan bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.
Bayar Jadi Lebih Praktis dengan E-Wallet
Salah satu kendala berjualan online adalah sistem pembayaran. Nah, dalam program ini, pedagang dikenalkan dengan layanan pembayaran digital seperti GoPay, OVO, dan Dana. Dengan e-wallet, transaksi jadi lebih praktis dan aman, baik untuk penjual maupun pembeli.
Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan jasa pengiriman agar bisa menjual barang ke pembeli di luar Tanah Abang. Jadi, pelanggan tidak perlu datang langsung ke pasar, cukup belanja dari rumah dan barang akan dikirim langsung!
Harapan ke Depan
Lewat program ini, para pedagang diharapkan bisa lebih siap menghadapi dunia digital dan tetap bersaing dengan toko-toko online lainnya. Tak hanya di Pasar Tanah Abang, semoga program seperti ini juga bisa diterapkan di pasar-pasar lain di Indonesia, agar semakin banyak pedagang yang bisa merasakan manfaat digitalisasi.
Digitalisasi bukan sekadar ikut-ikutan tren, tapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang. Kalau pasar tradisional bisa beradaptasi, pertumbuhan ekonomi juga akan ikut meningkat. Yuk, dukung para pedagang lokal untuk go digital dan makin sukses di era modern ini!











