Riau, ArmadaBerita – Dalam kisah lanjutan tentang perubahan hidup melalui pengelolaan sampah, Bank Sampah Balai Raja meneruskan misi luar biasanya. Mereka telah membuktikan bahwa keberhasilan bukan soal kerja keras, tetapi konsistensi dan dedikasi.
Seorang bijak pernah berkata, “Sukses tak selalu tentang kehebatan, tapi lebih tentang konsistensi. Kerja keras yang tak kenal lelah akan membawa kita ke arah kesuksesan, dan ketenaran akan mengikutinya.”
Bank Sampah Balai Raja, meskipun bukan Bank Sampah Induk yang besar, telah menjalankan inisiatif luar biasa dalam dua tahun terakhir: program Bank Sampah Mengajar. Program ini melibatkan pendidikan dan pendampingan oleh bank sampah untuk menciptakan generasi yang peduli lingkungan. Fokus utama dari Bank Sampah Mengajar adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah dan pentingnya ekopedagogik untuk semua kalangan (Ecopedagogy for All).
Hingga saat ini, Bank Sampah Mengajar telah memberikan edukasi kepada puluhan ribu siswa, ratusan pendidik, puluhan sekolah di dua provinsi, yaitu Riau dan Sumatera Utara, serta kader Posyandu dan beberapa komunitas masyarakat.
Namun, tidak semua perjalanan menuju perubahan berjalan mulus. Terdapat sekolah-sekolah yang menolak program edukasi mereka, meskipun itu gratis. Bahkan sekolah-sekolah elit terkadang mengabaikan Bank Sampah Mengajar karena kurang terkenal dibandingkan dengan beberapa yayasan atau start-up yang bergerak di bidang serupa.
Namun, Bank Sampah Mengajar tetap konsisten dalam upaya edukasi pengelolaan sampah, bahkan menjalankan program edukasi hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia. Ini adalah perjalanan yang melelahkan, namun juga penuh kebahagiaan. “Kami bersyukur atas kekuatan dan semangat yang diberikan oleh Tuhan untuk terus bergerak di jalur yang kami pilih, meski itu adalah jalan yang sepi,” Ucap Pendiri Bank Sampah Mengajar, Berto SitompulSitompul, Selasa (7/11/2023).
Mengubah sudut pandang masyarakat tentang sampah dan lingkungan adalah misi yang menguras energi, keringat, bahkan air mata. Namun, Bank Sampah Mengajar (BS Balai Raja) tidak patah semangat. “Kami siap untuk terus mendidik dan ‘mengubah sampah menjadi emas’ bagi Indonesia, dengan mendukung program Clean and Gold Movement melalui kolaborasi dengan Pegadaian Peduli,” pungkas Berto. (Dedy Hutajulu)











