Manasik Haji Cilik Sekabupaten Tana Tidung

Share

Tideng Pale, ArmadaBeritaCom – Dalam rangka mengenalkan Rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji, organisasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD se- Kabupaten Tana Tidung, HIMPAUDI dan IGTKI mengadakan Manasik Haji Cilik (MHC) pada hari Minggu, 14 Agustus 2022 yang berlokasi di Masjid Agung At-Taqwa.

Kegiatan ini dilaksanakan kembali, setelah 3 tahun vacum karena pandemi Covid 19. Ketua panitia pelaksana, Salbiah, S,Pd, mengatakan, peserta MHC kali ini diikuti oleh 11 satuan PAUD dengan jumlah 295 anak.

Kepala bidang PNFI Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung, Siti khodijah, berkesempatan membuka acara MHC, mewakili Bunda PAUD yang berhalangan hadir.

“Simulasi secara langsung dapat membangun pemahaman anak tentang materi sebesar 95%, sedangkan penjelasan melalui lisan hanya 5%” tutur Siti Khotijah, S.Sos. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada HIMPAUDI dan IGTKI yang telah berkolaborasi, memberikan sumbangsihnya untuk meningkatkan mutu PAUD khususnya di Kabupaten Tana Tidung.

MHC yang berlangsung selama 2 jam ini, di kondisikan dengan prosesi ibadah haji yang sesungguhnya. Anak-anak memakai kain ihram bagi yang laki-laki, dan busana muslim putih bagi yang perempuan.

Tempat-tempatnya pun demikian, area pelataran dan ruang pertemuan bagian bawah  masjid Agung Attaqwa di desain dengan nama-nama kota/tempat yang dilalui Jemaah haji.. Mulai dengan calon Jemaah haji di Miqot yang antri sesuai kloter. Kemudian berjalan sambil membaca talbiyah menuju Arofah untuk wuquf, serta melalui kota Muzdalifah  dan Mina.

Selanjutnya anak-anak di ajarkan melempar Jumrah menggunakan biji jagung, Tahalul, dan berqurban. Perjalanan berlanjut, menuju kota Mekkah untuk melihat Ka’bah. Setiap kaki melangkah selalu disertai dengan bacaan-bacaan yang mengagungkan nama Allah SWT.

Setelah memasuki kota Mekkah, anak-anak diajak untuk tawaf mengelilingi Ka’bah. Sholat sunah di Makam Ibrahim dan dilanjutkan dengan Sa’i di bukit safa dan marwah. Tahalul yang kedua dilakukan setelah Sa’i. Kegiatan terakhir adalah minum air zam-zam bersama.

Ada beberapa bagian prosesi yang dikurangi jumlah dan waktunya, menyesuaikan kemampuan anak-anak. Suasana yang nyaman dan menyenangkan merupakan hal penting, sebagai salah satu kunci sukses agar anak mudah memahami materi dan mendapatkan pengalaman yang bermakna.

Orang tua sangat mendukung program MHC ini, mereka terlihat antusias saat penjemputan dengan beramai-ramai berfoto bersama anak-anak di depan miniatur Ka’bah. Anak-anak pun senang, semua mengangkat tangan ketika di tanya gurunya, siapa yang ingin pergi ke Mekkah untuk ibadah haji naik pesawat.(Tri Lestari R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *