Medan, ArmadaBerita.Com – Sampah rumah tangga tak selalu berakhir di tempat pembuangan akhir. Di Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, limbah plastik dan barang bekas justru diolah menjadi berbagai produk kreatif bernilai ekonomi melalui Sanggar Kreasi Sri Endayani (SAKURA).
Selama hampir lima tahun, program berbasis pemberdayaan masyarakat itu menjadi motor penggerak ekonomi sirkular di tingkat kelurahan. Warga dilatih mengolah sampah menjadi beragam produk seperti tas, sepatu, pakaian, rok, aksesori, hingga aneka kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
SAKURA yang berlokasi di Lingkungan VIII saat ini dikelola oleh sekitar 17 pengurus yang aktif membina masyarakat agar mampu memanfaatkan sampah sebagai bahan baku produk kreatif sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Lurah Teladan Barat, Indra ST, mengatakan program tersebut lahir dari upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga.
“Inovasi SAKURA bukan hanya tentang mengelola sampah, tetapi bagaimana mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan baik. Melalui program ini, kami ingin membangun lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga,” ungkap Indra, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, keberlangsungan SAKURA tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat yang secara konsisten mengembangkan berbagai produk daur ulang. Beragam hasil karya yang dihasilkan menjadi bukti bahwa barang bekas dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya saing sekaligus menambah pendapatan warga.
Selain memberi manfaat ekonomi, program tersebut juga berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah rumah tangga, mencegah pencemaran lingkungan, serta mengurangi potensi penyumbatan saluran drainase akibat sampah. Di sisi sosial, kegiatan sanggar memperkuat budaya gotong royong dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Indra berharap SAKURA terus berkembang sebagai gerakan bersama dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) sekaligus menjadi contoh pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
“Kami berharap SAKURA tidak hanya menjadi kebanggaan Kelurahan Teladan Barat, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang bersih, produktif, dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui ekonomi kreatif berbasis daur ulang,” harapnya.
Melalui pendekatan tersebut, Kelurahan Teladan Barat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi solusi bagi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.*











