Hardiknas di SLB E Pembina Medan, Meriah dengan Upacara, Tarian Massal, dan Lomba Nasi Goreng!

Share

armadaberita.com | MEDAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di SLB E Negeri Pembina Medan, Jumat (2/5/2025). Tak hanya diisi dengan upacara bendera yang khidmat, perayaan Hardiknas kali ini juga diramaikan dengan tarian massal dan lomba memasak nasi goreng antar kelompok guru dan siswa.

Upacara dimulai pukul pagi hari dan diikuti oleh seluruh guru, staf, siswa-siswi, serta orang tua murid. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala Sekolah, Bapak Mardi Penjaitan, S.Pd., M.Si, yang menyampaikan amanat penuh makna.

“Peringatan Hardiknas bukan sekadar seremonial. Ini adalah momen meneguhkan semangat dan komitmen untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan adalah jalan menuju kemajuan dan kehidupan yang lebih baik untuk semua anak bangsa, termasuk anak-anak istimewa kita,” ujar Bapak Mardi.

Upacara berlangsung khidmat dengan Ibu Melia, Ibu Azima, dan Bapak Panji sebagai pembawa bendera, Ibu Meinarti sebagai pembawa acara, Ibu Putri Salsabila membacakan UUD, dan Bapak Syamsudin memimpin doa.

Hardiknas diisi dengan acara masak memasak

Usai upacara, suasana berubah menjadi penuh kegembiraan saat seluruh peserta — termasuk guru, siswa dan orang tua — menari Tamang Pung bersama. Sorak-sorai riang terdengar di halaman sekolah saat para guru ikut menari dengan penuh semangat, karena tarian terbaik akan dinobatkan sebagai pemenang lomba Hardiknas.

Tak berhenti di sana, acara dilanjutkan dengan Lomba Memasak Nasi Goreng yang diikuti oleh 11 kelompok beranggotakan lima orang. Sebelum lomba dimulai, Kepala Sekolah memberi arahan terkait tata tertib dan penilaian lomba.

Masing-masing tim menunjukkan kreativitas dalam menyajikan nasi goreng terbaik, yang kemudian dinilai oleh juri dari unsur guru dan staf sekolah. Suasana lomba pun berlangsung meriah, hangat, dan penuh tawa.

Hardiknas di SLB E Pembina Medan menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif bukan hanya soal belajar di kelas, tapi juga menciptakan ruang untuk ekspresi, kolaborasi, dan kebahagiaan bersama.

“Hardiknas bukan hanya hari mengenang pendidikan, tapi hari merayakan semangat untuk belajar dan tumbuh bersama,” kata salah satu peserta dengan senyum penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *