BATAM, ARMADABERITA — Festival Media Selat Malaka atau Fesmed Selat Malaka akan digelar di Batam dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 19 hingga 21 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi jurnalis, pekerja media, komunitas, serta masyarakat untuk bertukar gagasan dan membangun kolaborasi terkait berbagai isu strategis di Asia Tenggara.
Mengusung tema “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara”, Fesmed Selat Malaka tidak hanya menghadirkan forum bagi insan pers, tetapi juga membuka ruang diskusi publik mengenai demokrasi, hak asasi manusia, lingkungan, teknologi, budaya, dan perkembangan masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan di dua kota, panitia menyiapkan berbagai agenda kolaboratif, mulai dari seminar, lokakarya, diskusi publik, gelar wicara, konsolidasi, bazar, hingga pentas seni dan budaya.
Fesmed Selat Malaka dirancang sebagai ruang bertemu sekaligus bertukar perspektif antara berbagai kelompok masyarakat. Isu kebebasan pers dan demokrasi menjadi salah satu perhatian utama, seiring pentingnya peran media dalam menjaga ruang publik yang sehat dan demokratis.
Selain isu pers dan HAM, festival ini juga mengangkat persoalan lingkungan, teknologi, dan budaya yang semakin berkaitan dengan kehidupan masyarakat serta masa depan kawasan Asia Tenggara.
Penyelenggara mengajak masyarakat Batam, Tanjungpinang, dan wilayah lainnya untuk turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi menjadi ruang untuk membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, dan mendorong lahirnya gagasan bersama.
Fesmed Selat Malaka akan berlangsung pada Sabtu hingga Senin, 19 sampai 21 September 2026, di Batam dan Tanjungpinang.
Informasi program dan pendaftaran peserta dapat diakses melalui situs resmi Fesmed Selat Malaka.











