Tertahan di RS karena Tunggakan BPJS, Bayi Baru Lahir Akhirnya Pulang Berkat Advokasi Anggota DPRD Medan

Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Kebahagiaan menyambut kelahiran buah hati nyaris berubah menjadi beban berat bagi pasangan suami istri kurang mampu, Freddy Napitupulu dan Juni Sagala. Setelah menjalani persalinan di RSUD Dr Pirngadi Medan, keduanya tak bisa segera pulang karena terkendala persoalan administrasi dan biaya layanan kesehatan.

Freddy (32), warga Kabupaten Simalungun yang bekerja serabutan, mengaku keluarganya sudah tiga tahun menunggak iuran BPJS Kesehatan hingga Kamis (4/6/2026). Kondisi ekonomi yang serba pas-pasan membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi melunasi tunggakan yang terus berjalan.

Di tengah kebuntuan itu, Freddy memberanikan diri mencari bantuan. Ia mendatangi kediaman Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Dodi Robert Simangunsong, setelah mendengar kiprah sosial yang kerap dilakukan legislator tersebut.

Mendengar keluhan warga tersebut, Dodi langsung bergerak. Ia membantu melunasi tunggakan BPJS Kesehatan keluarga Freddy agar status kepesertaan kembali aktif dan dapat digunakan untuk menyelesaikan proses administrasi pelayanan kesehatan.

“Yang terpenting saat itu adalah memastikan ibu dan bayi dalam keadaan baik serta bisa segera kembali berkumpul dengan keluarganya,” kata Dodi, Minggu (7/6/2026).

Namun persoalan ternyata belum berakhir. Saat Freddy mengurus kepulangan istri dan bayinya ke RSUD Dr Pirngadi, pihak rumah sakit masih mencatat adanya kewajiban pembayaran denda pelayanan sebesar Rp1,2 juta.

Kondisi tersebut kembali membuat keluarga muda itu berada dalam ketidakpastian. Di satu sisi, bayi yang baru lahir membutuhkan perhatian dan perawatan keluarga. Di sisi lain, keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak memiliki kemampuan untuk menutupi biaya tambahan tersebut.

Mendapat laporan adanya hambatan baru, Dodi bersama timnya langsung melakukan pendampingan dan koordinasi dengan manajemen RSUD Dr Pirngadi serta instansi terkait guna mencari solusi atas persoalan yang dihadapi pasien.

Upaya komunikasi dan fasilitasi yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Persoalan administrasi dapat diselesaikan sehingga Juni Sagala bersama bayi yang baru dilahirkannya diperbolehkan pulang dalam kondisi sehat.

Bagi Freddy, bantuan tersebut menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan ekonomi yang membelit keluarganya. Ia mengaku bersyukur karena sang istri dan bayi akhirnya dapat kembali ke rumah tanpa harus dihantui persoalan biaya yang sebelumnya sulit mereka selesaikan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi gambaran bahwa persoalan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama, terutama bagi keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi dan terkendala administrasi jaminan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *