Robi Barus Terima Aspirasi Seniman, Dorong Medan Jadi Kota Kreatif dan Berbudaya

Share

ARMADABERITA.COM, MEDAN — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus, menerima aspirasi dari kalangan seniman dan budayawan terkait pemajuan kebudayaan di Kota Medan. Aspirasi tersebut disampaikan dalam diskusi bersama perwakilan mantan Dewan Kesenian Medan (DKM), Senin (5/1/2026).

Robi menyampaikan, seni dan kebudayaan memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi kreatif. Menurutnya, Kota Medan memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif yang perlu dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

Ia menilai Pemerintah Kota Medan perlu mengidentifikasi sektor unggulan untuk mendukung ekosistem ekonomi kreatif, seperti seni, desain grafis, kriya, kuliner, fesyen, serta teknologi informasi dan digital.

Robi juga menekankan pentingnya pelibatan seniman dan budayawan dalam penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar kebijakan pemajuan kebudayaan yang mencakup seni, kuliner, bahasa, hingga cagar budaya.

Selain itu, PPKD juga diarahkan memuat pengembangan kewirausahaan dan adaptasi teknologi agar pelaku kreatif mampu menciptakan lapangan kerja serta beradaptasi dengan perkembangan digital.

Robi menambahkan, keberadaan influencer dan pegiat media sosial asal Medan dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi publik untuk mempromosikan seni dan budaya lokal.

Sementara itu, mantan anggota Dewan Kesenian Medan, Juhendri Chaniago, mengapresiasi langkah Robi Barus yang membuka ruang dialog dengan kalangan seniman dan budayawan. Ia menilai PPKD harus dijadikan rujukan utama dalam pembangunan kebudayaan daerah.

Menurut Juhendri, pemajuan kebudayaan perlu menyentuh seluruh unsur, mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan dan teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, hingga olahraga tradisional. Ia juga menyoroti perlunya penguatan ruang kreatif serta digitalisasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Juhendri berharap aspirasi yang disampaikan dapat berkontribusi pada pembangunan Kota Medan sebagai kota kreatif yang berbudaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *