Armadaberita.com, Besitang —Keberadaan limbah kelapa sawit yang diduga dibuang ke kolam di Desa PR ADB, Kecamatan Besitang, menimbulkan kekhawatiran warga setempat. Kolam-kolam tersebut kini berubah warna dan mengeluarkan bau tak sedap, memicu keresahan terkait dampak lingkungan dan kesehatan.
Warga menyebut, terdapat sembilan kolam di lokasi tersebut, dengan tiga di antaranya bersuhu lebih panas dari biasanya. Kondisi kolam yang tidak dilengkapi pagar pengaman juga dinilai berisiko bagi hewan ternak maupun warga yang beraktivitas di sekitar area.
Para peternak, khususnya pemilik lembu, mengaku khawatir terhadap dampak limbah. Mereka menilai kondisi kolam saat ini tidak lagi layak dan berpotensi membahayakan lingkungan jika tidak segera ditangani.
“Limbah sawit ini sangat merugikan masyarakat. Selain menimbulkan gangguan kesehatan, kualitas tanah dan air bisa ikut rusak, termasuk ekosistem di sekitar kolam,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga sebelumnya telah menyampaikan persoalan ini melalui surat kepada pemerintah desa. Namun hingga kini, mereka menilai penanganan dan penataan lokasi belum terlihat maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai dugaan pembuangan limbah tersebut. Warga berharap tindak lanjut cepat agar dampak lebih luas dapat dicegah.











