ARMADABERITA.COM, LANGKAT — Setelah sempat terhenti beberapa tahun, Koperasi Jasa Karya Mulia kembali menggerakkan roda usahanya melalui pengelolaan kebun plasma seluas 22 hektare di Dusun X, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Pengelolaan kebun tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan PT Putri Hijau.
Bendahara koperasi, Bambang, menyebut koperasi ini sebenarnya telah berdiri sejak 2019. Namun, pandemi Covid-19 membuat aktivitas koperasi nyaris berhenti. “Baru pada 2023 koperasi kembali aktif dan mulai menata ulang program kerja, termasuk pengelolaan kebun plasma,” kata Bambang, Selasa, 21 Januari.
Dari total 22 hektare kebun yang dikelola, sekitar 7 hektare sudah memasuki fase awal produksi dan mulai menghasilkan buah pasir. Sementara itu, sisanya seluas 15 hektare masih dalam tahap pengerjaan dan perawatan hingga siap berproduksi.
Ketua Koperasi Jasa Karya Mulia, J. Manik, menjelaskan koperasi saat ini menaungi 220 anggota yang sebagian besar merupakan masyarakat dan karyawan di sekitar perkebunan. Selain fokus pada kebun plasma, koperasi juga mengembangkan layanan lain untuk mendukung kebutuhan anggotanya.
“Kami menyediakan kebutuhan pokok serta bantuan sepeda motor bagi anggota yang bekerja sebagai karyawan perkebunan. Harapannya, ini bisa meringankan beban sekaligus meningkatkan produktivitas mereka,” ujar J. Manik.
Ia menambahkan, program kebun plasma menjadi wujud keterlibatan PT Putri Hijau dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan pekerja di sekitar wilayah operasional perusahaan. Tidak hanya itu, perusahaan juga memberikan ruang bagi anggota koperasi untuk memelihara ternak di areal kebun yang dikelola.
Ke depan, Koperasi Jasa Karya Mulia berencana memperluas program pemberdayaan melalui sektor peternakan. Untuk memastikan pengelolaan ternak berjalan sesuai standar, koperasi akan mendaftarkan program tersebut ke Dinas Pertanian dan Peternakan agar aspek kesehatan dan keberlanjutan ternak dapat terjamin.











