Rico Waas: Rehabilitasi 213 Rumah Tak Layak Huni di Medan Didanai Penuh APBD, Rp120 Juta per Unit

Wali Kota Medan lakukan mengecek tiga rumah penerima bantuan.
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Kota Medan mengalokasikan anggaran murni dari APBD untuk merehabilitasi 213 rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2026. Setiap rumah memperoleh anggaran hingga Rp120 juta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, seluruh pembiayaan program rehabilitasi RTLH tersebut berasal dari APBD Kota Medan. Di luar program ini, pemerintah daerah tetap membuka peluang dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk kegiatan serupa.

“Kalau yang ini murni APBD,” ujar Rico saat meninjau pelaksanaan rehabilitasi RTLH di Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (5/8).

Dalam kunjungan tersebut, Rico mengecek tiga rumah penerima bantuan di Kelurahan Tanjung Selamat dan Kelurahan Namo Gajah. Ia meminta seluruh pekerjaan diselesaikan dengan kualitas yang baik setelah menemukan beberapa bagian bangunan yang masih memerlukan penyempurnaan, termasuk pengecatan yang belum selesai maupun hasil pengerjaan yang belum rapi.

Menurut Rico, besaran anggaran Rp120 juta per unit masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan perkembangan harga material. Yang terpenting, kata dia, rumah yang direhabilitasi benar-benar menjadi tempat tinggal yang layak, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.

Ia menjelaskan, program RTLH menyasar warga yang rumahnya sudah tidak memenuhi standar kelayakan, termasuk bangunan tua yang masih didominasi material kayu. Salah satu rumah yang ditinjau bahkan telah dihuni secara turun-temurun selama sekitar 60 tahun tanpa pernah berubah menjadi bangunan permanen.

Rico juga menegaskan, penetapan penerima bantuan dilakukan melalui usulan dari kelurahan yang dibahas dalam musyawarah tingkat kelurahan, sehingga penyalurannya mengikuti hasil verifikasi kebutuhan di lapangan.

Melalui program rehabilitasi 213 RTLH yang tersebar di seluruh kecamatan, Pemko Medan berharap kualitas hunian masyarakat meningkat sekaligus menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan mendukung aktivitas keluarga, termasuk kenyamanan anak-anak untuk belajar dan beristirahat.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *