Daerah  

Koperasi Merah Putih Hampir Rampung, Samosir Siap Capai 100 Persen Sebelum Launching Nasional

Share

Armadaberita.com | SAMOSIR – Kabupaten Samosir menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP). Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyebutkan bahwa 88 persen koperasi di desa-desa Samosir telah memiliki akta notaris. Hanya tersisa 14 koperasi lagi yang sedang dalam proses pengurusan.

Hal itu disampaikan Ariston saat membuka Pameran Layanan Kantor, Pameran UMKM, dan Sosialisasi Percepatan Pengesahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang difasilitasi Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sumatera Utara di Waterfront City Pangururan, Rabu (19/6).

“Dengan kehadiran pelayanan langsung ini, kita optimis 14 koperasi yang tersisa dapat segera menyelesaikan akta notarisnya. Target kita, seluruh koperasi merah putih di Samosir tuntas sebelum launching nasional,” ujar Ariston.

Ia menekankan, sejak awal, Pemkab Samosir mendukung penuh program Asta Cita Presiden RI, yang salah satunya diwujudkan melalui koperasi sebagai tulang punggung kemandirian ekonomi desa.

Ariston juga mengingatkan pentingnya pengurus koperasi untuk segera melengkapi legalitas tanpa menunda, demi menanamkan budaya taat aturan dalam pengelolaan organisasi.

Tak hanya soal legalitas, Ariston menyoroti perlunya semangat dan profesionalisme dalam mengelola koperasi. Ia mendorong agar pengurus mencontoh keberhasilan koperasi di negara-negara Eropa yang memiliki aset triliunan rupiah, dan mengelola berbagai bidang usaha dengan tanggung jawab tinggi.

“Koperasi akan sangat berperan dalam menopang sektor pariwisata, UMKM, pertanian, dan ketahanan pangan di Samosir. Kita harus berani bertarung ke arah pengelolaan koperasi yang sehat, termasuk merombak AD/ART dan struktur bila diperlukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Ignatius Mangantar Silalahi menyampaikan bahwa percepatan pengesahan koperasi merah putih merupakan bagian penting dari misi Presiden RI dalam mewujudkan kemandirian bangsa dari desa.

Menurut Ignatius, koperasi merah putih merupakan sarana memberantas kemiskinan dan mewujudkan pemerataan ekonomi. Ia berharap sebelum peluncuran nasional, koperasi-koperasi di Samosir dan Sumut sudah seluruhnya berbadan hukum.

“Kami sangat mengapresiasi peran aktif Pemkab Samosir serta para notaris yang telah mempercepat proses legalisasi koperasi. Ini kontribusi besar untuk pembangunan ekonomi masyarakat dari akar rumput,” tuturnya.

Dengan percepatan ini, Samosir bersiap menjadi daerah percontohan dalam keberhasilan implementasi koperasi merah putih di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *