Medan, ArmadaBerita.Com
Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) di tahun 2024 mendatang harus diwaspadai karena beberapa tantangan baik global maupun domestik.
Demikian disampaikan Pj. Gubernur Sumut, Hassabudin dalam menyampaikan pemaparannya pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023 dengan tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan secara hybrid pada Rabu malam (29/11/2023) di Medan.
Dari sisi global, tantangan yang cukup berimbas bagi perekonomian nasional hingga berdampak ke domestik yaitu berlanjutnya konflik geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Kemudian kenaikan suku bunga, global (higher for longer), dan Pelemahan ekonomi negara mitra dagang utama terutama Tiongkok, serta Resiko cuaca ekstrem akibat anomali iklim berkepanjangan.
Sementara itu, dari sisi domestik, tantangan yang dihadapi antara lain: 1) inflasi yang ditimbulkan dari kenaikan harga produk dan jasa impor (imported inflation), 2) Pangsa perekonomian Sumatera Utara yang belum terdistribusi secara merata, di mana pembangunan masih terpusat di Pantai Timur, khususnya kawasan Mebidangro. Kemudian, 3) Keterbatasan infrastruktur dan konektivitas di kawasan pariwisata, 4) perlunya meningkatkan adopasi praktik berkelanjutan oleh pelaku bisnis serta optimalisasi pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), 5) masih belum meratanya tingkat akseptansi digital, dan 6) perlunya meningkatkan paradigma pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi digital.
“Untuk itu, momentum pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak baik pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, perwakilan organisasi-organisasi perangkat daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Sebelumnya pada acara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut), Yura Djalins secara khusus memberikan 6 rekomendasi ataupun strategi dalam menghadapi berbagai tantangan di Sumatera Utara.
Diantaranya adalah memperkuat kolaborasi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah dalam TPID-GNPIP terutama untuk merumuskan langkah antisipatif yang efektif terkait pengendalian inflasi. Kemudian mendorong pembangunan infrastruktur untuk mengatasi disparitas pertumbuhan antar wilayah dalam rangka mendukung terbentuknya aglomerasi industri dan pengembangan destinasi pariwisata unggulan.
Selanjutnya, mendorong aglomerasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui hilirisasi. Lalu, mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan hijau. Kemudian, penguatan sinergi untuk mendukung pemerataan akseptansi digital sistem pembayaran. Terakhir adalah mengoptimalkan peran local champion sebagai role model dalam implementasi best practices dan melaksanakan capacity building serta pendampingan yang terfokus kepada pelaku UMKM.
Sejalan dengan rekomendasi Bank Indonesia, Pj. Gubernur Sumatera Utara merumuskan strategi akselerasi perekonomian Sumatera Utara yaitu: 1) penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), 2) mendukung pemanfaatan produk buatan Indonesia dan lokal (UMKM), 3) mempromosikan pariwisata Sumut secara massif (bangga berwisata di Sumut aja) didukung perbaikan infrastruktur dan konektifitas.
4) peningkatan investasi hijau didukung kemudahan regulasi serta insentif bagi investor, 5) mendukung hilirisasi sektor potensial Sumatera Utara, serta 6) meningkatkan ekonomi digital dan mengoptimalkan peran TP2DD.
Pada penyelenggaraan PTBI 2023, Pj Gubernur Sumatera Utara, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bupati Karo, dan Bupati Samosir bersama-sama melakukan kick off klaster pangan dan desa wisata kepada 3 Gapoktan (Ari Ersada, Desa Bukit, dan Sada Perari) klaster cabai merah di Kabupaten Karo dan Desa Wisata Hutatinggi di Kabupaten Samosir.
PTBI diselenggarakan oleh Bank Indonesia di seluruh Indonesia secara rutin mendekati akhir tahun untuk menyampaikan pandangan atas kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek, serta arah kebijakan Bank Indonesia ke depan.
Dalam PTBI yang telah dilaksanakan pada tahun ini dihadiri para kepala daerah, unsur anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para perwakilan konsulat jenderal dan konsul kehormatan negara sahabat, kepala instansi vertikal, kepala dinas OPD terkait, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, perwakilan pesantren mitra, media, serta tokoh-tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI kali ini, Bank Indonesia juga memberikan apresiasi kepada mitra stakeholder daerah dalam sembilan kategori penghargaan pada tiga area yaitu: Pengembangan UMKM dan ekonomi syariah. Kemudian, Pengelolaan Uang Rupiah. Dan ke tiga Sistem Pembayaran.
Yura Djalins menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada para mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia. “Penghargaan ini juga merefleksikan jalinan sinergi yang baik antara Bank Indonesia dan para pelaku ekonomi, yang bersama-sama dengan Pemerintah Daerah, mendukung pemulihan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelasnya. (ASN)











