MEDAN, ARMADABERITA – Berawal dari usaha keluarga nelayan di Belawan, produk olahan ikan teri BosTeri kini mulai menembus pasar internasional. Melalui ajang Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) yang diselenggarakan Bank Indonesia, UMKM asal Kota Medan tersebut berhasil memperluas jaringan bisnis hingga ke pasar luar negeri.
BosTeri didirikan oleh Jansen Tanuwijaya dengan menghadirkan camilan berbahan dasar ikan teri dalam kemasan modern. Produk ini tersedia dalam lima varian rasa, yakni original, balado, lada hitam, barbeque, dan telur asin.
Jansen mengisahkan, ide usaha tersebut lahir pada masa pandemi COVID-19. Saat itu, orang tuanya yang berprofesi sebagai nelayan membawa hasil tangkapan ikan teri untuk diolah menjadi camilan di rumah. Ternyata, olahan sederhana tersebut mendapat respons positif dari keluarga dan kerabat.
“Awalnya hanya untuk camilan keluarga. Setelah dicoba banyak orang, ternyata responsnya sangat baik sehingga kami mulai menerima pesanan,” ujar Jansen.
Seiring meningkatnya permintaan, BosTeri mulai berbenah dengan meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta mengembangkan strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Momentum penting datang pada 2023 ketika Jansen mengenal Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU). Saat mengunjungi pameran UMKM binaan Bank Indonesia di salah satu pusat perbelanjaan di Medan, ia bercita-cita agar produknya suatu saat dapat tampil dalam ajang tersebut.
Harapan itu akhirnya terwujud setelah BosTeri bergabung sebagai UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Melalui program pembinaan tersebut, BosTeri memperoleh pendampingan dalam peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran.
Hasilnya mulai terlihat. Selain semakin dikenal di pasar domestik, BosTeri kini mulai menjajaki pasar internasional. Melalui KKSU, Jansen berhasil membuka komunikasi bisnis dengan calon pembeli dari Malaysia dan telah menandatangani nota kesepahaman yang kini masih dalam tahap penjajakan.
BosTeri juga pernah bekerja sama dengan Garuda Indonesia dengan menghadirkan produk olahan ikan teri sebagai sajian bagi penumpang rute Medan–Jakarta.
Saat ini, BosTeri tengah membuka peluang kerja sama dengan calon pembeli dari Jepang melalui fasilitasi Bank Indonesia bersama mitra swasta.
Jansen optimistis mampu memenuhi permintaan pasar karena pasokan bahan baku berasal dari keluarga dan jaringan nelayan di Belawan yang dikenal menghasilkan ikan teri berkualitas dari perairan Selat Malaka.
Ia berharap pemerintah bersama Bank Indonesia terus memberikan pendampingan, terutama dalam proses perizinan ekspor, sehingga semakin banyak UMKM lokal yang mampu menembus pasar global.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menegaskan bahwa Karya Kreatif Sumatera Utara bukan sekadar pameran UMKM, tetapi menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, investor, akademisi, komunitas, hingga calon pembeli dalam satu ekosistem.
Menurutnya, melalui KKSU, Bank Indonesia terus mendorong UMKM Sumatera Utara agar naik kelas, memperluas akses pasar, serta menjadi bagian dari rantai nilai global.
Sebagai informasi, Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 berlangsung pada 15–26 Juli 2026 di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan dengan menghadirkan sekitar 300 UMKM. Beragam kegiatan digelar, mulai dari pameran produk unggulan, business matching, showcase produk ekspor, talkshow, hingga edukasi pengembangan UMKM.











