Bukan Sekadar Pameran, Hall Disdik Sumut di PRSU Ubah Pelajar Jadi Kreator dan Calon Wirausahawan

Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) menampilkan beragam hasil karya siswa di PRSU 2026, Jalan Gatot Subroto, Medan. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Di tengah ramainya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), perhatian pengunjung umumnya tertuju pada wahana permainan, wisata kuliner, hingga berbagai pusat belanja. Namun, ada satu sudut yang justru menghadirkan pengalaman berbeda sekaligus inspiratif, yakni Hall Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Di tempat inilah wajah pendidikan ditampilkan secara nyata. Bukan sekadar memamerkan hasil karya, tetapi memperlihatkan bagaimana kreativitas, keterampilan, dan semangat inovasi tumbuh dari tangan para pelajar.

Di bawah koordinasi Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumut sekaligus Koordinator Hall Disdik PRSU, Dr. M. Basir S. Hasibuan, M.Pd, hall tersebut menjadi ruang terbuka bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya mencetak lulusan berijazah, tetapi juga melahirkan para kreator, inovator, dan calon wirausahawan.

Pesan yang dihadirkan pun sederhana, tetapi kuat. Di tengah derasnya budaya digital dan kebiasaan menghabiskan waktu di media sosial, para pelajar diajak membuktikan bahwa karya nyata selalu memiliki nilai yang lebih tinggi daripada sekadar popularitas di dunia maya.

Hall Disdik menghadirkan partisipasi tujuh stan SMK, empat stan SMA, serta sekolah luar biasa (SLB) yang bersama-sama menampilkan beragam kreativitas tanpa batas.

Setiap hari, hall tersebut dipenuhi berbagai aktivitas yang mengundang rasa ingin tahu pengunjung. Ada proses melukis, membatik, menggambar pola, hingga menenun kain secara langsung. Salah satu daya tarik utama adalah mesin tenun milik SMK Berastagi yang ditempatkan di bagian tengah area pameran.

Mesin itu bukan hanya menjadi objek pameran, melainkan simbol bagaimana warisan budaya terus dijaga melalui tangan-tangan generasi muda. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses selembar benang diolah hingga menjadi kain tenun bernilai seni tinggi, sekaligus memahami bahwa pelestarian budaya membutuhkan regenerasi yang nyata.

Yang membuat Hall Disdik berbeda dari pameran pada umumnya adalah keterlibatan aktif para siswa. Pengunjung tidak hanya melihat produk jadi, tetapi ikut menyaksikan proses lahirnya sebuah karya, mulai dari ide, teknik pengerjaan, hingga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Suasana semakin hidup dengan panggung seni yang berlangsung setiap Senin hingga Kamis. Rata-rata sekitar 150 pelajar dari SMA, SMK, dan SLB tampil bergantian membawakan pertunjukan musik, tari, vokal solo, band, hingga berbagai pertunjukan seni lainnya.

Di tengah era ketika banyak anak muda berlomba mencari popularitas di media sosial, para pelajar di Hall Disdik justru memilih membangun kemampuan dan menunjukkan karya terbaik mereka di hadapan masyarakat. Tepuk tangan yang mereka terima menjadi bentuk apresiasi yang jauh lebih bermakna daripada sekadar angka dalam kolom “likes”.

Tidak hanya seni yang diperkenalkan kepada publik. Berbagai kompetensi vokasi juga ditampilkan, mulai dari layanan terapi, keterampilan pijat, hasil penelitian sederhana, hingga produk-produk kreatif seperti sabun, sampo, pakaian, aksesori, kerajinan tangan, dan aneka kuliner hasil karya siswa SMK.

Seluruh produk tersebut menjadi bukti bahwa sekolah kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar teori, tetapi juga sebagai ruang mencetak generasi yang produktif, mandiri, dan siap menciptakan peluang usaha.

Koordinator Hall Disdik PRSU, Dr. M. Basir S. Hasibuan, mengatakan kehadiran Hall Disdik bukan sekadar memamerkan hasil karya siswa, tetapi menjadi wadah untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, apresiasi dari pengunjung memiliki arti besar bagi perkembangan para pelajar. Setiap pujian, perhatian, maupun dukungan menjadi penyemangat agar mereka terus berkarya dan berinovasi.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya datang melihat-lihat, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap setiap karya yang ditampilkan. Di balik setiap lukisan, kain tenun, pertunjukan seni, hingga produk yang dipamerkan, ada proses belajar panjang yang dilalui para siswa. Dukungan dari masyarakat akan menjadi motivasi besar bagi lahirnya generasi kreatif Sumatera Utara,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si, Hall Disdik menjadi cerminan bahwa pendidikan modern harus mampu menghadirkan ruang ekspresi sekaligus ruang pembelajaran yang dekat dengan masyarakat.

Di tengah hiruk-pikuk PRSU, Hall Disdik seolah mengingatkan bahwa kreativitas tidak selalu lahir dari ruang kelas yang sunyi. Ia bisa tumbuh di tengah denting alat tenun, alunan musik pelajar, aroma kuliner karya siswa, hingga tepuk tangan pengunjung yang memberikan penghargaan atas setiap proses belajar.

Lebih dari sekadar pameran pendidikan, Hall Disdik Sumut menjadi panggung lahirnya generasi yang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, melestarikan budaya, mengembangkan inovasi, dan membawa nama Sumatera Utara ke tingkat yang lebih tinggi.

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya tercermin dari nilai rapor atau ijazah yang dimiliki, melainkan dari karakter, keterampilan, keberanian berkarya, serta kemampuan melahirkan solusi bagi masyarakat. (DS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *