Karo Luncurkan SADA SAPO Berbasis AI, Bupati Antonius Ginting Akhiri Era Data Pemerintah yang Terpisah

Peluncuran SADA SAPO dilakukan langsung oleh Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes di Rumah Keong, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kamis (16/7/2026) malam.
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Kabupaten Karo resmi memulai babak baru transformasi digital dengan meluncurkan SADA SAPO (Satu Data Satu Platform), sebuah sistem pemerintahan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengintegrasikan seluruh data dan layanan publik dalam satu platform. Langkah ini menjadi upaya nyata mengakhiri persoalan data pemerintah yang selama ini tersebar di berbagai aplikasi dan sulit disinkronkan.

Peluncuran SADA SAPO dilakukan langsung oleh Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes di Rumah Keong, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kamis (16/7/2026) malam.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Komando Tarigan, unsur Komite SPD RI, Anggota DPRD Sumatera Utara Sumihar Sagala, Forkopimda Kabupaten Karo, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen undangan.

Dalam sambutannya, Antonius Ginting menegaskan bahwa kehadiran SADA SAPO bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru, melainkan menjadi fondasi perubahan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi.

Menurutnya, selama bertahun-tahun setiap perangkat daerah membangun sistem informasi secara mandiri. Akibatnya, data tersebar di berbagai platform, sulit dipadukan, bahkan kerap memunculkan perbedaan informasi dalam proses pelayanan kepada masyarakat.

“Selama ini data tersebar dalam berbagai aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri. Hari ini ketidakpastian itu kita akhiri. Kita memulai standar baru melalui revolusi integrasi data,” tegas Antonius Ginting.

Melalui konsep Satu Data, Satu Platform, seluruh perangkat daerah kini menggunakan basis data yang sama. Sistem tersebut menerapkan prinsip satu NIK, satu keluarga, satu data, sehingga proses pelayanan publik diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, efisien, sekaligus mengurangi potensi duplikasi data.

Keunggulan lain dari SADA SAPO adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu membantu pemerintah menganalisis data secara lebih cepat, menyusun kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), hingga meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Bupati menegaskan bahwa transformasi digital hanya akan bermakna apabila mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Transformasi digital harus mampu menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat. Teknologi harus menjadi alat untuk mendekatkan pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan implementasi SADA SAPO sangat bergantung pada kolaborasi seluruh perangkat daerah. Integrasi data, kata dia, merupakan fondasi penting untuk membangun pemerintahan yang efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten Karo.

Modernisasi Pemerintahan Berjalan Seiring Pelestarian Budaya

Usai peluncuran SADA SAPO, Pemerintah Kabupaten Karo melanjutkan rangkaian acara dengan menggelar Malam Budaya Karo yang menampilkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari tarian, musik daerah, hingga pertunjukan budaya khas Tanah Karo.

Bupati Antonius Ginting mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang berkumpul masyarakat Karo dari berbagai daerah sekaligus momentum memperkuat persaudaraan dan kecintaan terhadap budaya leluhur.

Menurutnya, modernisasi pemerintahan melalui teknologi tidak boleh mengikis identitas budaya yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Karo.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu. Budaya adalah identitas, kekuatan, sekaligus inspirasi untuk terus bergerak maju. Karena itu, budaya harus tetap hidup di tengah masyarakat dan diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.

Peluncuran SADA SAPO yang dipadukan dengan Malam Budaya Karo menjadi simbol arah pembangunan Kabupaten Karo ke depan: mempercepat transformasi digital berbasis kecerdasan buatan tanpa meninggalkan akar budaya sebagai fondasi pembangunan daerah. (DS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *