Medan, ArmadaBerita.Com
Sebagai bentuk empati dan niat saling berbagi kepada warga yang membutuhkan, Zul Haji (55) seorang pensiunan di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan memberikan santunan kepada para janda dan kaum dhuafa yang berada di Jalan Musyawarah, Lahan Garapan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jum’at (3/2/2023) pagi.
Sedikitnya ada sepuluh para janda dan kaum dhuafa yang disantuni. Dominan para janda yang mendapatkan santunan merupakan ibu-ibu dhuafa dan janda telah memasuki lanjut usia (Lansia). Pembagian sembako berupa beras, telur, mie instan dan uang santunan ini bernuansakan Jum’at barokah.
Dihadapan para janda dan dhuafa Zul Haji mengajak para dermawan dan warga yang berkecukupan untuk terus mengingat orang-orang yang membutuhkan (fakir dan miskin). “Karena dari sebahagian rizki kita ada rizki bagi mereka,” kata Zul Haji kepada wartawan usai memberikan bingkisan sembako dan uang santunan kepada para janda dan dhuafa.
Meski terbilang orang yang bukan berlebihan ekonomi, namun ia tak takut miskin karena memberi. Apalagi, kata pria yang berdomisili di Jalan M. Yakub, Gang Famili, Desa Bandar Khalipah ini, keberadaan orang yang membutuhkan itu kita ketahui dan masih berada di sekitaran kita.
“Saya ini bukan pengusaha dan saya sudah Masa Bebas Tugas (MBT) di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) tapi bisa berbagi, karena siapa saja bisa, namun kembali ke niatnya masing-masing. Kita nggak boleh pelit, apalagi sampai dibilang kiir atau bakhil,” ucapnya.
Menurutnya, rizki yang ia sisihkan bagi warga tadi adalah berkat doa dari orang-orang yang baik kepadanya. Sehingga meski sudah memasuki pensiun di pekerjaanya, pria yang murah bergaul masih diberikan kesehatan dan rizki oleh Allah SWT.
“Alhamdulillah di masa pensiun ini saya masih bisa membantu orang, terkadang saya juga mengkusuk dan sering dipanggil untuk mengkusuk orang yang capek-capek, keseleo dan sebagainya,” pungkasnya.
Nek Buah (64) salah satu janda yang menerima santunan pun turut bahagia menerimanya. “Terimakasih ya pak, semoga Allah SWT memberikan kesehatan, rizki dan umur yang berkah kepada bapak sekalian,” ujar nenek berkerudung ini.
Senada juga diasampaikan, Ratna (37). Ibu lima anak yang tergolong kaum dhuafa ini sangat merasa terbantu atas uang santunan dan sembako yang diberikan.
“Suami saya mengumpulkan barang bekas (botot), masa sekarang cukup sulit ditambah semua anak saya masih sekolah dan satu masih balita. Alhamdulillah bapak sudah berhati mulia memperhatikan kami. Terimakasih ya pak Zul,” ucapan Ratna yang terlihat menggendong anak bungsunya. (ASN)











