Pelayanan Komunitas Mahasiswa Ukrida kepada Anak-anak di Tanah Abang  

Share

Jakarta, ArmadaBeritaCom –Mengajar merupakan adalah kegiatan serta pengalaman yang sangat menyenangkan bagi kami: Betha Putri Cahyani, Brittany Janice Putong, dan Vinky Stepany Putri, mahasiswa-mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) yang mengambil mata kuliah Pelayan Komunitas di semester ini.

Melalui mengajar kami dapat berbagi ilmu yang kami miliki. Kami mengajar para adik-adik di Komunitas Mentari Senja yang tinggal di daerah jembatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Program Pelayanan Komunitas kami, kami laksanakan antara bulan April sampai 2022, tiap hari Sabtu. Tempat kegiatan yang kami lakukan adalah tenda di pinggir jalan dengan alat sederhana.

Salah satu materi yang kami bagikan kepada anak-anak Komunitas Mentari Senja materi numerik. Materi numerik merupakan materi yang mendapat perhatian besar kami. Di zaman seperti saat ini, kemampuan numerik sangat diperlukan karena setiap hal pastinya tidak terlepas dari soal numerik atau berhitung. Seperti menghitung uang, menghitung makanan ataupun menghitung jumlah barang yang kami miliki.

Anak-anak di Komunitas Mentari Senja yang kami ajar ada 30 anak, yang dibagi ke dalam tiga kelompok: tingkat TK, SD kelas 1-3, SD kelas 4-6. Materi numerik yang kami berikan pertama-tama adalah belajar mengenal angka dan memahami angka. Selain itu materi numerik juga dikemas dalam bentuk permainan lewat sempoa, permainan memotong angka-angka di dus dan permainan kartu angka dengan ilustrasi yang menarik.

Situasi saat anak-anak Mentari Senja sedang belajar

Banyak yang awalnya kesulitan untuk memahami, namun dengan rasa sabar dan keinginan mereka yang tinggi, mereka berhasil untuk membaca angka dan menebalkan angka. Tidak hanya mengenal angka dan menebalkan angka, mereka selalu meminta untuk belajar dengan materi-materi yang lain.

Tawa mereka juga membuat kami merasa sangat bahagia dan puas karena bisa berbagi dengan mereka, mereka juga menceritakan kisah hidup mereka dan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari mereka. Hal tersebut menandakan, bahwa pengalaman hidup seseorang tidak terlihat dari usia.

Di lain sisi kami juga mengalami tantangan dalam mengajar anak-anak, terutama menghadapi anak-anak yang sulit diatur saat belajar. Entah mereka saling beradu mulut antara satu dengan lainnya, bermain, ngobrol dengan temannya hingga berantem. Hal tersebut pastinya membuat proses belajar mengajar tidak berjalan efektif.

Tetapi dari adanya hal tersebut tidak membuat kami patah semangat untuk mengajar dan mencari cara lain supaya mereka anak-anak tetap antusias dan semangat dalam belajar, karena kami sadar bahwa mereka dibesarkan di kehidupan dan lingkungan yang keras untuk itu kami pun tidak boleh bersifat gegabah dan langsung memarahi mereka melainkan kita harus ekstra sabar.

Proses pembelajaran di Komunitas Mentari Senja

Respon kami terhadap anak-anak yang sulit diatur yaitu kami menegur mereka dengan tegas namun dengan tutur kata yang baik (lembut). Kami juga memberikan pengertian bahwa hal tersebut tidak baik karena mengganggu teman-temannya yang sedang serius untuk belajar. Anak-anak pun akhirnya mengerti dan mendengarkan kita.

Melihat dari respon anak-anak yang sangat bahagia dan antusias dalam mempelajari apa yang kami ajarkan, hal tersebut membuat kami sadar bahwa hal yang mungkin menurut kita kecil dan tidak bernilai, tetapi bagi mereka para anak-anak sangat bernilai besar.

Karena itu, kami juga berharap agar para mahasiswa dan anak muda seperti kami di luar sana juga memiliki kepedulian yang sama. Janganlah hanya mencari ilmu, tetapi alangkah baiknya jika kita juga bisa menebarkan ilmu khususnya bagi mereka yang sangat membutuhkan perhatian kita, yaitu para anak jalanan. Kalau bukan kita siapa lagi? (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *