NEWS  

Perampok dan Pembunuh Taksi Onlie Ditembak Mati

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Perampok dan pembuh driver taksi online bernama M Idris (42) warga Jalan TB Simatupang Medan, akhirnya terungkap. Pelakunya adalah Indra Gunawan Lubis alias Indra (43) warga Jalan Persamaan Gang Buntu, Kelurahan Siti Rejo II, Kecamatan Medan Amplas.

Pelaku membunuh korban karena keduanya terlibat cekcok mulut usai pelaku tidak membayar ketika minta diantarkan mengendarai mobil Daihatsu Sigra BK 1193 GY milik korban ke salah satu hotel di Jalan Cirebon, Medan pada Selasa (30/11/2021) sekira pukul 23.00 WIB.

“Pelaku memesan taksi online itu dengan meminta tolong temannya dengan panggilan Santos. Lalu setibanya ditujuan pelaku mengaku tak memiliki uang untuk membayar ongkosnya sehingga terjadi pergumulan,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Rico Sunarko diampingi Kasat Reskrim Kompol Dr. Mhd. Firdaus saat mengekspose kasus tersebut di halaman Kapolrestabes Medan, Kamis (2/12/2021) sore.

Rico menjelaskan bahwa pelaku tewas akibat dicek oleh korban. Karena tak lagi bergerak, jasad korban dibawa dan dibuang ke Jalan Speksi Kanal, Titi Kuning, tepatnya di depan SMAN 13 Medan menggunakan mobil korban.

Setelah meninggalkan mayat korban, pelaku datang ke rumah rekannya berinisial R. Kemudian pelaku bersama rekannya itu menggunakan motor pergi membeli sabu-sabu. Selanjutnya tersangka minta tolong rekannya untuk menghubungi rekannya yang lain dengan panggilan Gembul, agar mengambil mobil korban. Kemudian, pelaku bersama Gembul merusak baterai mobil dan meninggalkannya di pinggir jalan agar tidak diambil orang.

Polisi yang terus melakukan penyelidikan dari temuan mayat korban membentuk tim gabungan dari Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Jatanras Polda Sumut dan berhasil membekuk pelaku dari salah satu Warnet di seputaran Jalan HM. Joni, Medan, Kamis (2/12/2021) sekira pukul 04.00 WIB.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan polisi meminta agar pelaku menunjukan rumah rekannya yang bernama Santos. Dalam pengembangan menuju rumah Santoso itulah pelaku dianggap melawan petugas yang sedang mengawasi pelaku lainnya di dekat perumahan Santos di kawasan Sunggal Kanan.

Disana, bilang Rico, tiba – tiba pelaku beralasan mau buang air kecil. Saat mau diturunkan dari mobil pelaku melawan polisi.

“Pelaku berupaya mengambil senjata api anggota, kemudian anggota memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, namun pelaku tidak mengindahkan peringatan tersebut. Sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku,” aku Rico.

Jasad Driver taksi online yang dibuang di lokasi.

Setelah disarangkan timah panas polisi pada tersangka, polisi lalu membawanya ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun sampai ke rumah sakit tersebut pelaku dinyatakan sudah tidak bernyawa.

Rico juga menyebutkan saat ini polisi masih mendalami peran rekan pelaku lainnya termaksud Santoso yang sementara ini prannya dianggap hanya bersifat membantu memesankan taksi online.

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti satu unit mobil Daihatsu Sigra BK 1193 GY, sandal dan sepatu korban, baju korban dan topi pelaku.

Diketahui sebelumnya, perampokan dan pembunuhan pada hari Rabu tanggal 1 Desember 2021 sekitar pukul 02.00 wib di seputaran Jalan Speksi Kanal, Kecarmatan Medan Johor itu bermula saat seorang pencari barang bekas (botol) melihat jasad korban yang dibuang di lokasi.

Ketika ditemukan, terdapat bekas cekikan di leher korban dan beberapa luka memar. Temuan jasad korban pun dengan cepat tersebut hingga ke polisi. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *