MEDAN, ARMADA BERITA – Dalam era pemerintahan Presiden Jokowi yang menetapkan target Indonesia emas pada 2045, langkah-langkah strategis di setiap daerah menjadi kunci sukses. Di tengah ambisi besar ini, Kota Medan dipandang sebagai salah satu penopang utama. Dan di balik gemerlapnya kemajuan infrastruktur dan pelayanan kesehatan di Medan, Wali Kota, Bobby Afif Nasution, menjadi sosok sentral dalam misi ini.
Bobby berdiri di garda terdepan menghadirkan terobosan nyata melalui lima program prioritasnya. Di antara program tersebut, pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama, itu terlihat dari semakin meratanya pembangunan di 21 kecamatan Kota Medan. Tanggul, drainase, jembatan, hingga transportasi modern seperti bus listrik gratis menjadi wujud dari komitmen Bobby untuk menjadikan Medan sebagai Kota Metropolitan.
Namun, tidak hanya pembangunan fisik, Bobby juga memahami pentingnya pilar kesehatan masyarakat. Program Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) atau Universal Health Coverage (UHC) menjadi solusi konkret. Cukup dengan membawa KTP, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Dampaknya, lebih dari 2.600 jiwa warga Kota Medan telah manfaat dari program UHC JKMB sejak Desember 2022.
Inovasi ini bukan wacana, melainkan jawaban atas tantangan nyata masyarakat. Arman, seorang warga Medan telah merasakan manfaat langsung dari program ini. “Alhamdulillah sejak pak Wali Kota Medan Bobby Nasution punya program ini, kami bisa lega kalau masuk rumah sakit. Terbukti, lahiran anak kedua kami Shifa hanya pakai KTP aja ditanggung dan gratis,” ujarnya.
Pembenahan Infrastruktur

Perbaikan infrastruktur bukanlah janji kosong Bobby. Disertakan dalam paket prioritasnya, pengaspalan jalan dan perbaikan drainase menjadi fokus serius untuk mengangkat kualitas hidup warga Kota Medan.
Pemko Medan gencar mengaspal jalan. Hasilnya, jalan yang dulunya berlubang kini mulus dan nyaman. Herman (43), warga Medan Tuntungan, menunjukkan kegembiraannya dengan pelebaran dan pengaspalan Jalan Bunga Pariama I. “Sekarang, jalannya sudah lebar dan mulus. Lumayan longgarlah, soalnya setiap hari saya melintasi jalan itu pergi dan pulang kerja,” ucapnya.
Tidak sekadar memperbaiki jalan, Bobby juga menggarisbawahi pentingnya kebersihan dan fungsionalitas drainase. Pemko Medan aktif memperbaiki drainase, parit, dan trotoar di berbagai tempat di kota. Bersamaan dengan itu, kebersihan Sungai Deli juga mendapat perhatian serius.
Kolaborasi Pemko Medan dan TNI AD telah menghasilkan Sungai Deli yang bersih. Sampah-sampah yang sebelumnya mengotori aliran sungai berhasil diangkut, sehingga sungai menjadi lebih bersih dan bersahabat bagi lingkungan sekitarnya.
Perbaikan infrastruktur ini bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga. Seiring dengan prioritas Bobby untuk kesehatan dan pendidikan, peningkatan infrastruktur merupakan langkah komprehensif untuk menjadikan Kota Medan lebih baik, nyaman, dan berkelanjutan.
Penanggulangan Banjir

Kota Medan, di bawah kepemimpinan Bobby Nasution, merespons ancaman banjir dengan membangun tiga kolam retensi strategis di wilayah kritis. Tersebar di Medan Baru (USU), Medan Selayang, dan Medan Labuhan, kolam retensi ini bertujuan mengatasi debit air banjir dengan menguranginya hingga enam meter kubik per detik.
Kolaborasi antara Pemko Medan dan stakeholder, termasuk kerjasama dengan Universitas Sumatera Utara (USU), menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini. Kolam retensi di USU, selain mengantisipasi banjir musim penghujan, juga meluapnya Sungai Babura, memberikan perlindungan kepada 400 Kepala Keluarga dari ancaman banjir.
Dengan luas kolam sekitar 2.875 m², daya tampung 9.450 m³, dan empat pintu operasional, inisiatif ini menunjukkan komitmen Kota Medan dalam inovasi untuk meningkatkan ketahanan terhadap ancaman banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya.
Pemberdayaan UMKM

Medan terus bertransformasi tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kolaborasi antara Pemko Medan dan Universitas Sumatera Utara (USU) melahirkan proyek ambisius, yaitu pembangunan gedung UMKM Square.
Pembangunan UMKM Square, yang sering disebut sebagai Plaza UMKM, menelan anggaran mencapai lebih dari seratus miliar rupiah, menurut data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Medan. Lokasi proyek yang terletak di dekat rumah sakit USU menjadi saksi pengerjaan yang terus berlangsung. Para pekerja dengan penuh dedikasi berupaya menyelesaikan pembangunan ini.
Gedung UMKM Square bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah wadah bagi para pelaku UMKM untuk menempati lokasi tenang yang telah disiapkan. Dengan demikian, diharapkan pelaku UMKM dapat tumbuh dan berkembang menjadi entrepreneur yang andal. Ini sejalan dengan program Pemko Medan yang bertujuan meningkatkan kualitas UMKM di Kota Medan.
Terkait pemberdayaan ini, Pemko Medan terlibat dalam pelatihan yang mendatangkan para ahli untuk membina para pelaku UMKM. Bobby percaya, anak-anak Kota Medan memiliki kreativitas tinggi, namun seringkali terkendala akses. Karena itu, ia mengajukan permohonan kepada Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, agar membantu Pemko Medan terkait akses dan fasilitas yang masih terbatas.
Penghargaan dan Tantangan

Pada USU Awarding Night, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menerima penghargaan atas pembangunan infrastruktur yang berhasil diwujudkan melalui kerjasama dengan USU. Penghargaan ini, diberikan oleh Rektor USU Muryanto Amin, termasuk menyebut Bobby sebagai Tokoh yang Peduli Pendidikan.
Meski menerima penghargaan, Bobby tetap merendahkan diri, mengakui dukungan seluruh pihak, dan menyatakan kesuksesan ini adalah milik warga Kota Medan. Sekalipun mendapat kritik, komitmen Bobby pada pembangunan dan kepentingan masyarakat tetap kuat. Dukungan terus diperlukan untuk membangun perubahan positif bersama.
Penutup
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, terbukti sebagai pemimpin sejati. Program-programnya mengubah Medan bukan hanya sebagai pusat pembangunan infrastruktur, tetapi juga kota yang memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui proyek-proyeknya seperti pembangunan infrastruktur merata, program kesehatan UHC JKMB, dan Plaza UMKM, Bobby menunjukkan visinya menjadikan Medan bagian integral dari Indonesia Emas 2045.
Meski dihadapkan pada tantangan dan kritik terutama terkait penutupan akses selama pembangunan, Bobby tetap responsif dan rendah hati. Dukungan serta partisipasi aktif masyarakat diperlukan untuk membentuk masa depan kota menuju perubahan yang berkelanjutan.
Inisiatif dan program Bobby membawa harapan bahwa Medan bukan hanya maju infrastruktur, tetapi juga kota yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat, sesuai dengan visi menuju Indonesia Emas. (*)











