Jembatan Dibuka, Modal Usaha Digelontorkan: Janji Bobby untuk Warga Tapteng

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat meresmikan Jembatan Armco Kombinasi Bailey di Desa Parjalihotan.
Share

Tapteng, ArmadaBerita.Com — Pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memasuki babak baru. Tak hanya membangun kembali akses warga, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan modal usaha untuk membantu masyarakat bangkit secara ekonomi.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat meresmikan Jembatan Armco Kombinasi Bailey di Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinangsori, Kamis (3/9/2026).

Jembatan yang menghubungkan Dusun 6 dan Dusun 7 tersebut dibangun personel TNI bersama masyarakat. Infrastruktur ini menjadi satu dari 13 jembatan hasil kolaborasi TNI dan masyarakat dalam penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumut.

Bobby menilai keberadaan jembatan sangat penting bagi aktivitas warga, termasuk membuka kembali akses anak-anak menuju sekolah. Ia meminta kondisi jembatan dipantau secara berkala agar tetap aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Saya minta setiap dua bulan atau tiga bulan kita cek jembatannya. Kalau masih ada kekurangan, boleh kita bantu penguatannya,” ujar Bobby.

Namun, perhatian Bobby tidak berhenti pada infrastruktur. Dalam dialog dengan warga, ia mengumumkan rencana Pemprov Sumut bersama Bank Sumut memberikan modal usaha kepada masyarakat.

Sebanyak 50 warga akan menjadi penerima tahap awal. Jika usaha berkembang dengan baik, pemerintah membuka peluang pemberian tambahan modal.

“Minggu depan, Pemprov Sumut dan Bank Sumut bisa memberikan modal usaha untuk ibu-ibu. Kita kasih untuk 50 orang pertama. Selanjutnya, kalau usahanya bagus, kita kasih lagi tambahan modalnya,” kata Bobby.

Bobby juga menegaskan penanganan dampak bencana di Sumut akan terus dilakukan hingga 2028. Jalan maupun infrastruktur lain yang mengalami kerusakan akan dibangun kembali sesuai kebutuhan.

“Penanganan bencana akan dilakukan sampai dengan 2028. Misalnya ada jalan yang rusak, nanti kita bangun,” tegasnya.

Bagi warga Parjalihotan, pembangunan jembatan dan rencana bantuan modal menjadi dua langkah penting untuk memulihkan kehidupan setelah bencana. Idasari, salah seorang warga, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah.

“Terima kasih Pak Gubernur atas perhatiannya. Semoga kami terus diberi perhatian seperti ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Kepala Dinas PUPR Sumut Chandra Dalimunthe, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, serta Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumut Gibson Panjaitan.

Jembatan membuka kembali akses, sementara modal usaha diharapkan membuka jalan bagi warga untuk kembali produktif. (*/Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *