Jakarta, ArmadaBerita.Com
Berita duka menyelimuti umat muslim di Indonesia setelah mendengar kabar wafatnya ulama besar Syekh Ali Jaber pada Kamis 14 Januari 20121.
Ulama hafiz qur’an itu tutup usia pada umur 44 tahun di RS Yarsi, Jakarta sekira pukul 08.30 WIB.
Diketahui sebelumnya, almarhum sempat dirawat seminggu dan sempat pulih, namun kembali kambuh hingga mencapai sekira 21 hari. Ia mengalami kelihan karena sakit tenggorokan dan gejala lainnya hingga mengharuskan ia dipakaikan alat bantuan pernafasan.
Selain umat islam di penjuru negri, belasungkawa kesedihan juga dirasa para ustadz dan mubaliqh di Indonesia. Salah satunya yang merasa kehilangan yakni Ustad Abdul Somad, Lc, MA.
Melalui siaran langsung yang disiarkan televisi swasta, Kamis (14/1/2021) siang, Usatadz Abdul Somad mengaku merasa kehilangan sosok pengajar yang santun dan ber ilmu khususnya Alquran maupun ilmu Fiqih. Almarhum selalu giat menebarkan pondok-pondok maupun sekolah-sekolah hafal alqur’an (Tahfiz).
“Almarhum hebat dalm ilmu Fiqih dan kajian-kajian. Beliau orang yang berakhlak. Banyak orang yang pintar dan pandai tapi kurang dengan berakhlak,” kata ustadz yang akrab disapa UAS itu.
Disebutkannya, beberapa hari belakangan ini di sebuah Masjid pada acara pengajian (Tabligh Akbar) merupakan pertemuan terakhirnya dengan almarhum. “Di Masjid itu, beliau mempersilahkan saya sebagai imam sewaktu shalat. Padahal beliau lahir di Kota Madinah, dan menguasai ilmu alqur’an, tapi tidak sombong,” aku UAS.
Selain itu, beber UAS, setiap kali mereka bertemu, almarhum selalu mendo’akannya agar selalu tetap sehat dan istiqamah.
“Pertemuan itu singkat sekali karena disela-sela Tabliq Akbar. Tapi sangat berkesan. Mudah-mudahan Allah menempatkan Syeck Ali Jaber ditempat sebaik-baiknya sisi Allah SWT,” tutur UAS dengan suara lirik karena sedih.
Dalam menjalin hubungan Silaturrahim, UAS menyebut bahwa almarhum juga menjaga hubungan baik ke seluruh organisasi islam. Sehingga UAS mengatakan kalau almarhum pemersatu umat islam ditengah banyaknya mahjab, dan banyaknya fatwa.
“Saya sampai sekarang masih terkejut, karena kami ada program Kultum di Bulan Puasa nanti bersama beliau. Namun kita jagang sampai larut dalam kesedihan. Sekolahkanlah anak-anak kita di sekolah-sekolah alqur’an, agar meneladani beliau. Beliau meninggal dalam khusnul khotimah, Aamiin YRA,” ungkap UAS sembari memanjatkan do’a atasnya. (Red/ABC)











