NEWS  

Tawuran Antar Remaja di Perumnas Mandala Perlu Penanganan Serius Instansi, Tomas dan Toga, Ini Tipsnya!

Kondisi Tawuran antar remaja yang berlangsung di Perumnas Mandala. (Ist)
Share

Deliserdang, ArmadaBerita.Com

Perilaku tawuran antar remaja yang sering terjadi di kawasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang memang cukup membuat masyarakat resah hingga was-was. Seperti yang terjadi di Perumnas Mandala, Simpang Jalan Raja Wali Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumut dinihari tadi, Minggu (12/1/2025) sekira pukul 03.00 WIB.

Puluhan remaja yang terlibat tawuran kerap kali saling lempar batu dan senjata lainnya. Warga pun ketakutan. Salah satu warga sekitar, N.A Lubis menyebut, aksi tawuran antar remaja di Perumnas Mandala sudah sering terjadi. Selain membuat resah, juga membuat masyarakat menjadi was-was karena takut menjadi korban.

“Peristiwa ini telah terjadi secara berulang, mengindikasikan adanya permasalahan yang perlu segera ditangani,” ujar N.A Lubis yang berprofesi sebagai advokad kepada wartawan, Minggu (12/1/2025) pagi.

Dari analisis pengamatannya di lokasi, peristiwa tawuran yang melibatkan remaja ini merupakan masalah serius yang memerlukan penanganan segera dan komprehensif. Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab terjadinya tawuran adalah kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua, terhadap aktivitas anak-anak yang dapat menyebabkan mereka terlibat dalam kegiatan yang negatif seperti tawuran.

Selain itu, juga adanya pengaruh lingkungan sekitar yang kurang kondusif, seperti keberadaan geng atau kelompok anti sosial yang dapat mendorong remaja untuk terlibat dalam aksi kekerasan.

Pengacara yang memang kerap menangani berbagai permasalahan hukum ini menilai, kurangnya kegiatan positif yang dapat menyalurkan energi remaja, seperti kegiatan olahraga, seni, atau keagamaan, juga mendukung. Sehingga, dapat membuat mereka mencari alternatif lain yang berpotensi menimbulkan masalah. Kemudian, adanya konflik antar kelompok remaja atau warga dapat memicu terjadinya tawuran.

“Peristiwa tawuran yang terjadi di Perumnas Mandala ini merupakan masalah kompleks yang memerlukan penanganan yang serius dan melibatkan berbagai pihak,” jelasnya.

Mengingat seriusnya masalah ini, NA Lubis merekomendasikan beberapa langkah atau tips yang perlu diambil untuk mencegah terjadinya tawuran di masa mendatang.

Diantaranya, peningkatan koordinasi antar instansi yang melibatkan Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas). “Koordinasi dan pembahasan dari instansi, Toga danTomas ini bertujuan membentuk forum komunikasi dalam membahas masalah ini dan mencari solusi bersama,” katanya.

Disamping itu, keterlibatan aparat TNI/Polri untuk meningkatkan patroli di wilayah rawan tawuran dan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku tawuran, sangat diharapkan.

Kemudian, Pemerintah Daerah (Pemda) menyediakan fasilitas umum yang memadai untuk kegiatan positif remaja, seperti lapangan olahraga dan pusat kegiatan pemuda.

Setelah itu dilakukan, juga diperlukan gencar sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya tawuran dan pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Didukung pula kegiatan edukasi bagi remaja, seperti pelatihan keterampilan hidup, penyuluhan tentang hukum, dan bahaya narkoba.

Peran penting lainnya dalam pencegahan tawuran remaja dan kenakalan remaja disampaikan NA Lubis adalah dengan peningkatan peran orang tua. Salah satunya mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pengawasan terhadap anak. Memberikan pelatihan kepada orang tua tentang cara mendidik anak agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif.

Selain itu, juga dilakukan pembinaan terhadap kelompok remaja dengan membentuk kelompok remaja yang positif, seperti kelompok pramuka atau kelompok seni.

“Dengan kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait lainnya, diharapkan masalah ini dapat segera diselesaikan dan tidak terulang kembali di masa mendatang,” pungkasnya. (Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *