NEWS  

Soal Pegawai Puskesmas “Banting Meja” ke Warga, Ombudsman Sumut Akan Panggil Kapala Puskesmas Tanjung Marulak

Pjs Kepala Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, James Marihot Panggabean. (Dok.ABC)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Ombudsman Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Ombudsman Sumut) dalam waktu dekat ini akan memanggil Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Marilah, Kota Tebing Tinggi.

“Kami akan panggil Kepala Puskesmas Tanjung Marulak pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2024 di kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara,” tegas James melalui press release tertulis kepada wartawan, Minggu (21/1/2024) siang.

Hal itu terkait pelayanan pegawai Puskesmas Tanjung Marulak Tebing Tinggi yang membanting meja dan marah kepada warga.

Gejolak amarah pegawai kepada warga paroh baya itu pun viral di Youtube dan media sosial lainnya.

Pada rekaman video terlihat pegawai Puskesmas mengenakan baju batik sedang naik darah menghardik seorang bapak bapak separoh baya dengan “membantingkan meja”.

Berawal datangnya Abdul Sani Hasibuan ke Puskesmas Tanjung Marulak bermaksud hendak berobat, namun tidak membawa kartu BPJS Kesehatan dan hanya membawa KTP saja. Hal itu membuat berang salah satu Pegawai Puskesmas Tanjung Marulak.

Sehubungan dengan beredar video viral Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera utara akan memanggil Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Marulak Tebing Tinggi untuk meminta klarifikasi.

“Untuk mengetahui kepastian viralnya Video tersebut kami Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara akan memanggil langsung Kepala Puskesmas Tanjung Marulak,” ujar James Marihot Panggabean sebagai Pjs Kepala Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara.

Menurut James bahwa klarifikasi atas video viral petugas Puskesmas Tanjung Marulak yang tidak memberikan pelayanan kepada pasien selalu pengguna pelayanan publik sangat diperlukan guna mengetahui kronologi sebenarnya.

Selain pihak Puskesmas, Ombudsman juga akan memanggil pihak pasien guna dimintai keterangan terkait permasalah penyelenggaraan pelayanan publik di Puskesmas tersebut.

Ditanya apakah ada maladministrasi pelayanan yang dilakukan Puskesmas Tanjung Marulak, James belum bsa memastikan. Pun demikian, ia memastikan kalau pegawai Puskesmas tersebut tidak memberikan pelayanan baik.

“Dalam hal ini Ombudsman belum dapat menyimpulkan apakah ada Maladministrasi. Namun potensi terjadinya maladministrasi tidak memberikan pelayanan oleh Puskesmas Tanjung Marulak telah terlihat, sehingga perlu pendalaman pemeriksaan dan nantinya Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara akan menyimpulkan ada tidaknya maladministrasi dalam Laporan Akhir Pemeriksaan (LAHP),” pungkas James. (BES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *