NEWS  

Ratusan Peserta Belajar E-Katalog V6, Agus Arif Rahman: Pengadaan Harus Berbasis Nilai Terbaik

Share

JAKARTA, ARMADABERITA — Ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kelas daring Master E-Purchasing melalui E-Katalog Versi 6 yang diselenggarakan PT Alatan Indonesia, Kamis, 25 Juni 2026.

Pelatihan yang berlangsung secara virtual melalui Zoom itu menghadirkan praktisi pengadaan nasional Agus Arif Rahman sebagai narasumber utama. Peserta berasal dari unit kerja pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah, kementerian, lembaga, rumah sakit pemerintah, serta berbagai institusi yang bergerak di bidang pengadaan publik.

Materi pelatihan mencakup seluruh tahapan e-purchasing, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan strategi kompetisi, penetapan persyaratan penyedia, negosiasi harga, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pelaksanaan kontrak, hingga pembayaran dan dokumentasi.

Dalam pemaparannya, Agus menekankan pentingnya perubahan paradigma pengadaan pemerintah dari pendekatan berbasis input menuju orientasi pada hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Menurut dia, sistem pengadaan modern tidak lagi menitikberatkan pada rincian komponen atau bahan baku, melainkan pada kualitas hasil akhir dan nilai terbaik yang diperoleh.

“E-purchasing melalui E-Katalog Versi 6 harus dipahami sebagai proses yang terintegrasi dari awal hingga akhir, bukan sekadar aktivitas administratif atau transaksi digital semata,” ujarnya.

Agus juga mengingatkan agar setiap keputusan pengadaan dilakukan berdasarkan data, analisis kebutuhan, mitigasi risiko, dan strategi yang matang, bukan semata-mata dipengaruhi promosi dari penyedia barang dan jasa.

Ia menilai kemampuan tersebut menjadi karakter utama seorang strategic buyer yang mampu menghasilkan manfaat optimal dalam setiap proses pengadaan pemerintah.

Pada sesi penutupan, Agus memaparkan lima prinsip yang harus dipegang pelaku pengadaan, yakni berorientasi pada output, menerapkan konsep value for money, menjaga akuntabilitas melalui dokumentasi yang lengkap, mengambil keputusan berbasis data, serta menjunjung transparansi dan jejak audit yang jelas.

“E-purchasing bukan tender dalam skala kecil, melainkan proses memilih nilai terbaik dari pasar elektronik yang terbuka dan kompetitif,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi evaluasi. Andri Soptawan dari UKBJ Kota Singkawang menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pengadaan saat ini dan mengusulkan pembahasan lebih mendalam mengenai mini kompetisi pada pelatihan berikutnya.

Sementara itu, peserta asal Bukittinggi, Vitria, menyebut pelatihan tersebut membuka perspektif baru bahwa pelaku pengadaan tetap memiliki ruang untuk berinovasi sepanjang tetap berpedoman pada regulasi dan prinsip tata kelola yang baik.

PT Alatan Indonesia menyatakan masukan dari peserta akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan program berikutnya agar semakin adaptif terhadap tantangan pengadaan modern.

Perusahaan juga mengumumkan bimbingan teknis lanjutan mengenai e-purchasing melalui E-Katalog yang akan dilaksanakan secara hybrid pada 23–24 Juli 2026 di Jakarta Pusat dan secara daring bagi peserta dari berbagai daerah, dengan Agus Arif Rahman kembali menjadi narasumber utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *