Binjai, ArmadaBerita.Com
Usai ditemukan tak bernyawa, dengan kondisi bersimbah darah dan penuh luka, di parit kebon PTPN II, Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur pada Selasa (22/2/2021) kemarin, pelaku pembunuh pasangan suami istri (Pasutri) Sugianto (56) dan istrinya Astuti (59), menyisakan misteri dan duka mendalam bagi keluarga.
Pasalnya, pihak keluarga mengaku bahwa korban sudah 30 tahun berjualan sayur-sayuran didepan rumahnya terus melintasi lokasi ditemukannya jasad keduanya.
Kedua pasutri yang beralamat tinggal di Desa Sei Mencirim, Dusun VII, Kampung Banten, Kecamatan Kutalimbaru ini melintasi areal perkebunan PTPN II itu saat berangkat dan pulang dari berbelanja ke Pajak Tavid, Kota Binjai.
Hal itulah yang membuat keluarga apalagi anak-anak korban tak menyangka keduanya tewas dibantai dengan penuh luka sabetan senjata tajam.
“Sudah 30 tahun mereka jualan, dan setiap harinya melewati lokasi untuk belanja ke pajak Tavid Binjai. Makanya kami semua kayak nggak yakin ini terjadi,” kata Riska Faujiah anak ke 4 korban saat diwawancarai armadaberita.com di rumah duka, Selasa (23/2/2021) pukul 17. 00 WIB.
Saat ini, Riska dan 6 orang saudaranya yang berjumlah keseluruhan anak korban 7 orang itu mengaku amat terpukul. Apalagi kabar korban sempat lama pulang ke rumah sebelum diketahui telah tewas mengenaskan. “Saat itu orang tua kami tidak ada bawa apa-apa, Handphone juga nggak ada. Tapi yang hilang cuma sepeda motor Honda Vario BK 6812 FS warna putih,” sebutnya.
Anak kandung korban lainya bernama Alika Munaya (19) yang merupakan anak ke 6 dari 7 bersaudara mengaku bahwa hari ini ia diminta untuk memberikan keterangan di Satreskrim Polres Binjai terkait pembunuhan yang menimpa kedua orang tuanya.
“Hari ini tadi, aku dipanggil ke Polres Binjai untuk memberikan keterangan. Disitu aku ditanyai tentang pakaian apa yang terakhir dipakai orang tuaku, terus apa kebiasaannya dan ada atau tidak orang yang yang dicurigai,” bebernya.
Dalam pemeriksaan itu, dan kepada awak media, ia bersama keluarga lainnya berharap agar kasusnya cepat terungkap dan pelakunya tertangkap. Keluarga korban berharap pelaku datapt dihukum setimpal.
“Jika nanti pelakunya ditangkap, kami minta dia dihukum seberat-beratnya sesuai dengan apa yang dia lakukan sama orang tua kami,” harap Alika.
Sebelumnya, kedua pasangan suami istri Sugianto (56) dan Astuti (59) ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi wajah dan tubuh keduanya penuh luka sabetan benda tajam. Kedua jasad pedagang ini ditemukan di parit perladangan PTPN II, Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur pada Selasa (22/2/2021) sekira pukul 09.00 WIB.
Dugaan mengarah ke perampokan hingga pembegalan juga sempat terlontar dari pihak keluarga, sebab hilangnya sepeda motor Honda Vario BK 6812 FS warna putih yang dikendari kedua korban. Pihak keluarga juga menduga, jika nyawa kedua korban dihabisi oleh beberapa orang pelaku.
“Mungkin pelaku lebih dari satu orang, sebab saat ditemukan di TKP tidak ada ceceran darah, dan diduga dihabisi di tempat lain lalu diduga juga pelakunya orang yang mengenal korban,” ucap Rivai (30), keponakan korban. (Suriyanto)











