NEWS  

Isyarat Anjing Melolong Panjang Sedih Malam Hari Sebelum Korban Tewas

Share

Binjai, ArmadaBerita.Com

Tewas terbunuhnya pasangan suami istri (Pasutri) Sugianto (56) dan istrinya Astuti (59), terus menyisakan misteri dan duka mendalam bagi keluarga.

Mereka tak menyangka, kedua Pasutri yang tinggal di Desa Sei Mencirim, Dusun VII, Kampung Banten, Kecamatan Kutalimbaru, Kota Binjai, Sumatera Utara ini tewas dengan kondisi luka tebasan benda tajam di wajah hingga bagian tubuhnya dan jasad keduanya ditemukan di parit perkebunan PTPN II, Senin (22/2/2021) sekira pukul 09.00 WIB.

Padahal ia saat itu sedang berangkat dari rumahnya untuk berbelanja ke Pajak Tavid, Kota Binjai. Kegiatan itu sudah saban hari dikerjakan kedua Pasutri itu yang berprofesi sebagai pedagang sayuran di depan rumah.

Selain tak menyangka atas tewasnya kedua korban dengan kondisi tragis, salah satu keluarga korban juga mengutarakan adanya hal aneh sebelum kabar dan diketahuinya kedua korban telah tiada.

Hal itu disampaikan, kakak kandung korban (Astuti) yang bernama Salmah, warga Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat Suamtera Utara, saat ditemui di rumah duka, Desa Sei Mencirim, Dusun VII, Kampung Banten, Kecamatan Kutalimbaru, Selasa (23/2/2021) sore.

Wanita berkerudung panjang ini mengaku bahwa seminggu sebelum kedua korban meninggal, ia seperti melihat isyarat dari almarhum dan almarhumah.

“Seminggu sebelum meninggal mereka (korban) kayak memberikan isyarat. Pas jumpa saat pulang dari ladang dan saat disapa, mereka hanya diam saja. Dan malamnya anjing melolong panjang, kayak sedih gitu nadanga,” tutur Salmah sembari menjelaskan bahwa dirinya anak ke dua dari sebelas bersaudara dan tepat dibawahnya adalah korban (Astuti).

Pun begitu, ia tak bisa memastikan bahwa isyarat kedua korban maupun adanya lolongan anjing panjang pada malam hari sebelum mengetahui korban tewas mengenaskan merupakan pertanda buruk akan keluarganya itu.

“Kalau kata tetangga itu pertanda buruk. Tapi itu kan kita gak tau,” katanya.

Pun begitu, harapan pihak keluarga saat ini adalah misteri kematian kedua korban terkuak dan pelakunya cepat tertangkap. Jika tertangkap, mereka berharap kedua pelaku dapat dihukum seberat-beratnya.

Sebelumnya, kedua pasangan suami istri Sugianto (56) dan Astuti (59) ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi wajah dan tubuh keduanya penuh luka sabetan benda tajam. Kedua jasad pedagang ini ditemukan di parit perladangan PTPN II, Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur pada Selasa (22/2/2021) sekira pukul 09.00 WIB.

Dugaan mengarah ke perampokan hingga pembegalan juga sempat terlontar dari pihak keluarga, sebab hilangnya sepeda motor Honda Vario BK 6812 FS warna putih yang dikendari kedua korban. Pihak keluarga juga menduga, jika nyawa kedua korban dihabisi oleh beberapa orang pelaku.

“Mungkin pelaku lebih dari satu orang, sebab saat ditemukan di TKP tidak ada ceceran darah, dan diduga dihabisi di tempat lain lalu diduga juga pelakunya orang yang mengenal korban,” ucap Rivai (30) keponakan korban. (Suriyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *