NEWS  

Gajah Sumatra Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Pelalawan, Diduga Korban Perburuan Gading

Share

Pekanbaru, Armadaberita.com – Seekor gajah sumatra jantan berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati tanpa kepala di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (2/2/2026). Bangkai gajah berada di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Corporate Communications Manager PT RAPP, Disra Alldrick, mengatakan tim patroli perusahaan pertama kali menemukan bangkai tersebut dan segera melaporkan kejadian itu kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau serta kepolisian.

Menurut Kepala BBKSDA Riau, Supartono, kondisi bangkai sudah membusuk dan kepala gajah belum ditemukan di sekitar lokasi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa gajah tersebut menjadi korban perburuan ilegal yang terorganisir dengan motif pengambilan gading.

“Kami menduga kuat ini perburuan. Polanya sama seperti kasus-kasus sebelumnya, yakni pengambilan gading,” ujar Supartono.

Perburuan gajah sumatra bukan pertama kali terjadi di Riau. Pada Januari 2024, seekor gajah konservasi berusia 46 tahun bernama Rahman ditemukan mati diduga akibat diracun di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Gading kiri Rahman juga hilang setelah dipotong. Hingga kini pelaku pembunuhan gajah tersebut belum terungkap.

Kasus terbaru kembali menunjukkan bahwa perburuan satwa dilindungi masih menjadi ancaman besar bagi populasi gajah sumatra, spesies yang termasuk dalam status konservasi kritis. Minimnya penegakan hukum, nilai ekonomi gading yang tinggi, serta terbatasnya pengawasan di lapangan menjadi faktor penyebab perburuan terus terjadi.

Aparat kepolisian dan BBKSDA Riau tengah menyelidiki peristiwa ini, termasuk menelusuri jaringan pemburu dan titik pembuangan kepala gajah yang hilang. (Lindung Silaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *