Siantar, ArmadaBerita.Com
Tim 1 Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Siantar baru-baru ini pada Kamis (6/4/2023) pukul 15.53 WIB, mengamankan seorang pria bernama Edy Rahmayadi. Meski namanya serupa dengan Gubernur Sumatera Utara, namun Edy yang satu ini jelas berbeda.
Pria kurus dengan rambut sedikit gondrong ini diamankan polisi setelah memperoleh informasi bahwa dia (Edy) membawa narkotika jenis sabu-sabu.
“Iya, malam itu dia ditangkap,” kata Juli, warga yang melihat Edy diamankan kepada wartawan, Senin (10/4/2023) siang pukul 15.56 WIB.
Sebelum diamankan kata Juli, Edy dan Polisi sempat kejar-kejaran. Edy juga melemparkan sabu-sabu dan handphone ke bawah tanah.
“Pas dikejar itulah, handphone sama sabu di plastik klip dibuangnya, tapi enggak jauh dari rumahnya Edy diamankan,” kata Juli menambahkan.
Juli tidak mengetahui pasti ada berapa banyak sabu-sabu yang diamankan karena proses penangkapan itu berlangsung sangat cepat.
“Polisi langsung cepat, terus si Edy alias Atok dibawa masuk ke dalam mobil. Dulu pun si Edy ini pernah juga ditangkap, soal kasus ganja,” katanya.
Kasat Narkoba Polres Siantar AKP Rudi Panjaitan dihubungi wartawan, membenarkan pria bernama Edy Rahmayadi diamankan dan kini masih proses pemeriksaan.
“Masih kita proses, nanti rilisnya akan kita kirim ke Humas,” ujar mantan Kapolsek Siantar Utara tersebut melalui telepon seluler.
Sebelumnya, Edy pernah dilaporkan Aseng yang masih satu tempat tinggalnya. Edy dilaporkan lantaran melakukan aksi pemukulan.
Namun, karena kasus tersebut akhirnya diselidiki Polsek Siantar Martoba, justru Edy yang dinyatakan sebagai korban.
“Saat ini belum bisa kita pastikan siapa tersangka, karena masih mengumpulkan saksi. Memang si Aseng yang melapor, tapi pas kita Lidik, ternyata Edy yang jadi korban,” ujar Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud waktu lalu.
Masih kata Kapolsek dikonfirmasi, Jumat (8/1/2022) siang pukul 13.32 WIB, dari hasil keterangan, pihaknya mendapati bahwa yang membawa parang dan mendatangi rumah Aseng saat itu si Edy
“Setelah kita dalami, yang bawa parang justru si Edy. Dia datang ke rumah si Aseng, di sana Aseng ketakutan. Terus diambil besi panjang, itulah yang dipukulkan Aseng ke tubuh Edy,” ujarnya.
Tubuh Edy pun dikatakan luka-luka setelah dihajar Aseng, bahkan Edy dilarikan kerumah sakit Dr Djasamen Saragih. Setelah sembuh, Edy dimintai keterangan terkait inti dari masalah tersebut.
“Kejadian ini bermula saat orang tua Edy menyelingkuhi istri si Aseng. Orang tua Edy kemudian dipukul sama Aseng. Tau informasi soal itu, Edy marah dan mendatangi rumah Aseng,” katanya. (Hay)










